Recent Post

Wednesday, 30 December 2015
Mendikbud Tegaskan K-13 Tetap Berlaku

Mendikbud Tegaskan K-13 Tetap Berlaku

Beberapa waktu yang lalu, beredar bahwa kurikulum K-13 telah berganti nama menjadi K-N (Kurikulum Nasional), menaggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan tidak ada perubahan nama dalam kurikulum 2013. Kurikulum nasional bukan merupakan nama, dan tetap dipakai K-13.
Mendikbud: Semester Depan Sekolah Wajib Terapkan Budi Pekerti

Mendikbud: Semester Depan Sekolah Wajib Terapkan Budi Pekerti

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menginterilisasi nilai-nilai positif dalam diri siswa di sekolah semester depan pada tahun ajaran 2015/2016 melalui program Penumbuhan Budi Pekerti di setiap sekolah. Dalam artian, setiap sekolah wajib untuk menerapkan program ini sebagai pendidikan pembiasaan melalui kegiatan nonkurikuler.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, penumbuhan budi pekerti yang telah dimulai pada tahun ajaran 2015/2016 pada semester awal yang ditegaskan melalui Permendikbud No 23/2015 tentang penumbuhan Budi Pekerti.

"Semester ini baru tahap sosialisasi dengan cara mengembalikan kebiasan Upacara Bendera di sekolah dan mengawali serta mengakhiri kelas dengan suasana religius dan kebangsaan," kata Pendiri Indonesia Mengajar di Jakarta, Rabu (30/12).

Dia menambahkan, program ini untuk mengatur pembiasaan sikap dan perilaku positif siswa di sekolah.

Selain upacara bendera, pada program ini siswa akan mengawali proses belajar dengan membaca 15 menit. Siswa diberi kebebasan membaca bacaan yang disukainya tetapi bacaan tersebut sesuai dengan anak-anak.

Menurut Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini, minat membaca kita masih rendah. Program membaca tersebut tujuannya untuk menuntaskan angka buta aksara. Meskipun secara nasional angka buta aksara Indonesia sangat sedikit tetapi ada tiga kabupaten/ kota seperti Karawang, Jember, dan Papua yang masih tinggi angka buta aksaranya, maka tantangan terbesar saat ini adalah menumbuhkan kebiasan membaca.
1 Tahun Mendikbud:  Program yang Kami Jalani Efektif, Efisian, dan Tepat Sasaran,

1 Tahun Mendikbud: Program yang Kami Jalani Efektif, Efisian, dan Tepat Sasaran,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat kilasan setahun kinerja Kemdikbud mulai November 2014- November 2015. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswdan mengatakan, selama setahun Kemdikbud telah melalukan restrukturisasi, rekrutmen untuk menjalankan program-program yang telah dicanangkan dengan menghabiskan anggaran Kemdikbud hingga saat ini sebesar 93 %.
FGSI Nilai Program Kemdikbud Masih Bersifat Ritual

FGSI Nilai Program Kemdikbud Masih Bersifat Ritual

Dewan Pembina Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) Doni Koesoma mengatakan, program-program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sejauh ini masih bersifat ritual dan tidak membangun sustainabilitas secara sistem.

Dia menilai, program seperti guru garis depan (GGD), belajar bersama maestro (BBM), atau kawah kepemimpinan pelajar, semuanya hanya berupa program pelatihan terputus, tanpa ada kelanjutan dan dukungan dalam sistem.

“Seharusnya pemerintah melakukan program yang sustinabilitas karena program seperti BBM tidak secara langsung menjaring anak-anak terbaik. Padahal seharusnya program itu dapat dimanfaatkan oleh semua orang,” kata pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting itu kepada SP, Selasa ( 29/12) sore.

Dia menambahkan, jika tahun depan pemerintah masih memberi dana untuk membiayai lomba-lomba olimpiade dan lain-lain, maka semakin menunjukkan ketidakadilan. Sebab, yang memperoleh manfaat dari lomba-lomba seperti itu hanya satu atau dua orang saja. Supaya tidak hanya menjadi sebuah ritual, pemerintah harus membuat kebijakan yang membangun budaya sekolah.

Doni menjelaskan, kebijakan membangun budaya sekolah ini terkait dengan aturan dan juga terkait dengan sistem kurikulum yang sedang diterapkan saat ini.

Selanjutnya dia menyebutkan ada tiga hal yang harus dibenahi pemerintah. Pertama, kebijakan tentang kriteria ketuntasan minimal (KKM). Selama ini, kebijakan KKM tidak menunjukkan fungsinya secara benar seperti yang ada dalam buku pedoman KKM. Sebab dengan adanya KKM, masing-masing sekolah menjadi jor-joran meningkatkan KKM.

Misalkan KKM nilai biologi dalam rapor delapan maka, siswa harus mencapai standar tersebut meskipun siswa tidak mampu. “Maka KKM di lapangan membuat anak-anak malas karena ujung-ujungnya nilai tetap di atas KKM,” kata dia.

Dia menambahkan, KKM juga sangat berpengaruh untuk sekolah negeri khususnya anak kelas tiga. Jika nilai tidak mencapai KKM, siswa tidak dapat mengikuti ujian nasional (UN) sehingga sekolah mau tidak mau harus meningkatkan poin siswa agar sesuai dengan KKM.

“Nah hal ini tidak mendidik, karena anak yang malas sengaja tidak mau belajar dan ini tidak membentuk karakter anak,” jelasnya.
Selain itu, KKM juga berpengaruh untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) via jalur undangan. Sebab, KKM akan membuat sekolah lebih mengutamakan peningkatan nilai siswa daripada membentuk karakter siswa

Kedua, terkait penilaian sikap. Menurut Doni, ke kedepannya, pemerintah harus mengubah penilaian sikap yang masih mengunakan huruf tanpa ada penjelasan. Sebab, seharusnya penilaian sikap harus objektif.

“Jika sikap dalam rapor diberi penilaian B sebagai standar minimal kenaikan kelas, maka anak-anak nakal dan tidak nakal sulit kita bedakan. Seharusnya objektif biar dia pintar jika nakal nanti akan sadar diri,” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman, masih banyak sekolah yang belum berani menampilkan sikap anak sesuai kenyataan hanya sekolah- sekolah dengan indeks integritas baik yang berani.

Ketiga, kebijakan remedial, menurutnya tidak menunjukkan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Sebab, anak-anak tidak akan malu dan tidak ada peningkatan minat belajar karena siswa mengedepankan remedial untuk mencapai standar KKM.

Sumber; beritasatu
Hasil UKG Bukan Akhir Segalanya

Hasil UKG Bukan Akhir Segalanya

Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru dilaksanakan mulai pada bulan november lalu, dan untuk Uji Kompetensi susulan dilaksanakan pada pertengahan Desember lalau, Untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) Susulan Telah usai beberapa hari lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menungkapkan, sebanyak 3.805 guru yang telah mengikuti uji kompetensi guru (UKG) mampu mencapai nilai rata-rata di atas 91.
Tuesday, 29 December 2015
Dana BOS Tak Cair, 11 Sekolah Ngutang

Dana BOS Tak Cair, 11 Sekolah Ngutang

Nasib sebelah sekolah dasar negeri (SDN) di Surabaya terkatung-katung. Jangankan membuat laporan surat pertanggungjawaban (SPj), menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan IV saja, mereka belum. Padahal, akhir tahun sudah tinggal menghitung hari. Jika tak kunjung cair, dana BOS triwulan IV terancam hangus.
2016 Guru Honorer Terancam Tak Gajian

2016 Guru Honorer Terancam Tak Gajian

 Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Simalungun mendorong penghapusan anggaran Rp 96 miliar untuk gaji ribuan honorer dari Rancangan APBD 2016.

Menyikapi hal tersebut, beberapa honorer di jajaran Dinas Pendidikan Simalungun berharap DPRD Simalungun jangan serta merta mencoret anggaran untuk honorer. Pasalnya, tenaga ribuan guru honorer di Simalungun sangat dibutuhkan di sekolah negeri, terutama sekolah dasar (SD).
Anggaran untuk Gaji Honorer Terancam Dicoret

Anggaran untuk Gaji Honorer Terancam Dicoret

Nasib tenaga honorer sungguh menyedihkan. Kepastian pengangkatan menjadi CPNS belum juga jelas, kini ditambah lagi dengan masalah penggajian.

Setidaknya ini terjadi di Pemkab Simalungun, Sumut.  Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Simalungun setuju menghapus anggaran Rp 96 miliar untuk gaji ribuan honorer dari Rancangan APBD 2016. Jika akhirnya penghapusan anggaran itu disetujui, entah bagaimana nasib honorer.
Monday, 28 December 2015
Menjadi Mendikbud, Anies Dinilai Tak Bisa Apa-apa

Menjadi Mendikbud, Anies Dinilai Tak Bisa Apa-apa

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi menilai menteri sekaliber Anies Baswedan kehilangan orientasi dalam menjalankan misi membenahi sektor pendidikan di Indonesia.

“Anies tidak bisa apa-apa. Sampai sekarang dia tidak tahu harus melakukan apa,” kata dia di Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Padahal, katanya, sebelum menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan, Anies seolah-oleh paham betul tentang pendidikan dan tahu dari mana harus memperbaikinya. Namun, saat menjabat sejumlah persoalan pendidikan tak mampu dia tuntaskan.

"Padahal, (kementerian yang membidangi, red) pendidikan sudah dipecah," jelas dia.

Adhie berbicara tentang hal tersebut menyikapi isu reshuffle jilid 2 yang dikabarkan akan dilakukan awal tahun 2016.

Sebelumnya, Jubir Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001) itu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah harus membuat suatu kabinet yang 100 persen terdiri dari orang-orang pilihannya. Dia juga menyebut bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai menteri yang paling layak dicopot. 

Sumber: rimanews
Guru Hebat Karena Murid

Guru Hebat Karena Murid

Mudah kita jumpai ungkapan yang menyebut jika murid bukanlah apa-apa tanpa bantuan guru. Guru di sini tentu pendidik dalam arti sesungguhnya, bukan sekadar profesi yang kerjanya mengajar di kelas. Untuk guru yang disebut belakangan, yang secara profesional bekerja di institusi formal, seperti sekolah, kampus (biasanya disebut dosen) dan sejenisnya, situasinya bisa saja terbalik, yakni murid/mahasiswalah yang mendahsyatkan guru/dosennya.

Sudah menjadi pemahaman umum bahwa guru tak disebut istimewa tanpa menghasilkan murid yang hebat. Oleh sebab itu, murid yang menghebatkan dirinya, dengan atau tanpa bantuan guru formalnya, secara otomatis membantu membuat orang yang secara akademik menjadi pengajarnya itu tampak jempolan.

Contoh kecil guru perlu bantuan supaya tampak hebat adalah saat murid akting tertawa ketika pengajarnya melontarkan lawakan yang sebenarnya sangat garing. Di situasi ini, guru seolah-olah telah berhasil menjadi komedian paling lucu sedunia.

Murid juga sering akting paham dengan duduk khusyuk kala mendengarkan ceramah guru. Padahal, sel-sel syarafnya entah bergeliat untuk berpikir apa. Pada kondisi ini, bisa jadi guru mengira memiliki kemampuan public speaking dan mutu bicara tingkat dewa sehingga selalu memukau siapa pun.

Tak sedikit pula kita jumpai sejumlah murid yang belajar keahlian khusus di komunitas informal, organisasi eksternal sekolah/kampus, atau di tempat-tempat kursus sehingga menjadi luar biasa, lalu gurunya di kelas dengan bangga mengklaimnya sebagai anak didik yang berhasil karena mengikuti ajarannya. Bagi orang awam yang tidak tahu kondisi sesungguhnya, pun mereka bisa serta-merta langsung memuji sang guru sebagai maharesi yang taktis mendidik.

Di sini, murid tersebut benar-benar telah membantu membuat gurunya tampak super. Diterima sebagai kebenaran umum bahwa guru yang baik adalah mereka yang mendudukkan murid di level terbaik. Murid yang pandai langsung berasosiasi dengan guru yang mumpuni. Sayangnya, jika murid berlaku kriminal, sering kesalahan ditimpakan ke dirinya sendiri, tanpa melibatkan kebobrokan guru.

Sebenarnya, guru di level top sekali pun tak akan berdaya jika murid sepakat untuk cuek apalagi melawan. Jika para murid ini kompak mempersulit atau menjatuhkan nama guru, cukup dia berperilaku berseberangan dengan harapan orang.

Oleh karena itu, guru seharusnya banyak berterima kasih kepada murid karena telah membuatnya hebat, dengan menjadi anak didik yang baik dan berprestasi. Hal semacam ini perlu diingatkan karena, rupanya, banyak guru yang bersorak-sorai sendiri setelah dirinya disebut hebat atau dapat cap guru teladan. Dia lupa bahwa kehebatannya tak akan pernah lepas dari bantuan murid.

Tulisan ini tidak hendak membuat murid besar kepala atau mendiskreditkan guru. Hanya saja, supaya menjadi peringatan bagi guru bahwa anak didik bukanlah lempung yang bisa dicetak dan dibentuk semaunya. Tidak sedikit dalam misi sebuah sekolah tertulis ungkapan, umpamanya, mencetak murid yang seperti ini dan itu.


Jadi, seolah-olah jika murid menjadi ini dan itu, semata-mata karena hasil kerja guru; dan, jika guru didaulat jadi pengajar nomor wahid, sepertinya murni karena kemampuannya mengajar, tanpa bantuan murid. Kesuksesan, jenis apa pun, adalah hasil kerja bersama. Murid sukses adalah gabungan dari kerja murid, guru, orang tua dan lingkungan. Keberhasilan guru juga gabungan dari kinerja guru tersebut, murid dan lingkungan tempat dia bekerja.

Akhirnya, berterimakasih bukan hanya menjadi monopoli murid untuk guru, tetapi juga dari guru ke murid. Jika Anda guru yang hebat, silakan berterimakasih ke murid yang telah membuat Anda di posisi demikian. Sebaliknya, jika kalian murid cemerlang, di situ ada guru yang membantu.

Sumber: rimanews
Moratorium Penerimaan CPNS Hingga 2019

Moratorium Penerimaan CPNS Hingga 2019

Bersabarlah bagi yang ingin jadi PNS, pasalnya ada Kabar tidak mengenakkan bagi para peminat kursi CPNS. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menetapkan bahwa moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) masih akan berlangsung hingga tahun 2019.
Sunday, 27 December 2015
Penerimaan CPNS 2016 Untuk Jalur Umum Belum Jelas

Penerimaan CPNS 2016 Untuk Jalur Umum Belum Jelas

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten OKU Selatan Joni Rafles menerangkan, pihaknya belum mengambil langkah terkait penerimaan CPNS 2016. Dia memastikan masih berpegang pada surat edaran kebijakan moratorium penerimaan CPNS yang datang dari pusat.

Dikatakan, untuk melakukan perekrutan pegawai dari jalur umum masih harus menunggu petunjuk dari pemerintah Pusat.
AWAS!!! Ada Info Sesat Jadwal Seleksi CPNS 2016

AWAS!!! Ada Info Sesat Jadwal Seleksi CPNS 2016

Kabar penerimaan CPNS 2016 kembali merebak di media sosial. Informasi menyesatkan ini semakin gencar beredar menjelang pergantian tahun.

Menanggapi ini, ‎Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (KemenPAN-RB) Dwi Wahyu Atmadji mengatakan, sampai saat ini pihaknya maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum menyusun jadwal seleksi ataupun penerimaaan CPNS tahun 2016.
Kejari: Kepsek Jangan Sembarang Gunakan Dana BOS

Kejari: Kepsek Jangan Sembarang Gunakan Dana BOS

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengingatkan kepala sekolah dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) agar taat dan patuh terhadap peraturan.
"Pengguna anggaran jangan sampai menabrak aturan karena dampaknya bermuara ke ranah hukum," kata Kepala Kejari Tigaraksa Firdaus di Tangerang.
Karakter Guru Yang Baik dalam Pandangan Islam

Karakter Guru Yang Baik dalam Pandangan Islam

Sebuah Pribahasa Jawa mengatakan bahwa GURU adalah orang yang DIGUGU dan DITIRU artinya guru adalah orang yang di percaya dan diikuti, maksud dari peribahasa tersebut adalah seorang guru harus mampu memberikan kepercayaan dirinya kepada setiap masyarakat dan menjadi contoh atau tauladan dari segala perilakunya. maka dari peribahasa tersebut, profesi seorang guru tidaklah mudah, ia harus mampu mencerminkan nilai-nilai perilakunya terhadap para siswa dan lebih luasnya adalah kepada masyarakat secara umum.
Saturday, 26 December 2015
Evaluasi K13, Pemerintah Menghapus Kompetensi Inti

Evaluasi K13, Pemerintah Menghapus Kompetensi Inti

Pakar pendidikan yang kerap diajak Kemendikbud untuk mengevaluasi Kurikulum 2013 (K13) Doni Koesoema mengatakan, pemerintah memang menghapus Kompetensi Inti (KI) 1 dan KI 2 dalam mata pelajaran selain pendidikan agama dan PPKn.

Sehingga dalam mata pelajaran di luar agama dan PPKn itu, siswa fokus pada kompetensi keilmuannya. Perkara guru menyisipkan pesan-pesan spiritual dan sosial, itu menjadi hak inisiatif masing-masing guru.
Friday, 25 December 2015
Revisi K13, Kemendikbud Harus Lebih Terbuka

Revisi K13, Kemendikbud Harus Lebih Terbuka

Sekjen Federasi Serikat Guru Republik Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menyambut positif revisi Kurikulum 203 (K1)3 tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)-nya.

Sebab dalam praktiknya di lapangan, banyak guru yang kesulitan menerapkan KI dan KD versi K13 warisan Mendikbud Mohammad Nuh.
Kurikulum 2013 (K13) Resmi Berubah

Kurikulum 2013 (K13) Resmi Berubah

Nama Kurikulum 2013 (K13) secara resmi sudah diubah menjadi Kurikulum Nasional.

Informasi perubahan ini tertuang dalam buku Kilas Setahun Kinerja Kemendikbud (November 2014 - November 2015). Kementerian yang dipimpin Anies Baswedan itu juga sudah menetapkan skenario penerapan Kurikulum Nasional secara utuh.

Buku kilas kinerja Kemendikbud itu disusun oleh Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (Paska) Kemendikbud. Buku ini merangkum tiga strategi penataan pendidikan oleh Anies Baswedan dan jajarannya.

Ketiga strategi itu adalah penguatan pelaku, peningkatan mutu dan akses, serta pengembangan efektivitas birokrasi. Urusan revisi kurikulum mendapatkan posisi spesial karena ditempatkan di halaman paling awal.

Dikonfirmasi tentang perubahan nama dari K13 menjadi Kurikulum Nasional itu, Mendikbud Anies Baswedan tidak menampiknya. Namun dia memberikan catatan, selama masa revisi masih berjalan alias belum selesai, pemerintah tetap menggunakan sebutan Kurikulum 2013. "Lha wong masih dikoreksi (K13-nya, red)," katanya kemarin.

Anies menjelaskan ada beberapa pertimbangan bahwa Kemendikbud tetap menggunakan sebutan Kurikulum 2013. Diantaranya adalah supaya tidak memunculkan kesan bahwa pemerintah membuat kurikulum baru. Mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta itu mengatakan, Kurikulum Nasional merupakan hasil dari revisi Kurikulum 2013.

Di dalam buku yang rencananya secara resmi dipapakarkan Anies Selasa pekan depan (29/12) itu, dibeber sejumlah alasan K13 perlu direvisi. Diantaranya adalah K13 langsung diterapkan tanpa pernah diuji. Akibatnya mendatangkan banyak masalah. Saking bermasalahnya K13 itu, banyak sekolah menolak menjalankannya.

Anies dengan tegas mengatakan penerapan kurikulum harus meminimalisir masalah. Untuk itu dalam revisi kali ini dibongkar mulai dari pendadaran ide kurikulum, lalu desain kurikulum, dan ujungnya dokumen serta implementasu kurikulum.

"Standar bekerja yang harus dimiliki adalah mendekati nol kesalahan dan mendekati sempurna," katanya. Bagi Anies kesalahan satu poin saja, bisa mempengaruhi kualitas pendidikan.

Terkait dengan strategi implementasi kurikulum itu, Anies mengatakan Kemendikbud sudah memiliki peta jalannya. Dimulai dari periode Januari-Desember 2015, ada 94 persen sekolah kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) dan sisanya 6 persen sekolah tetap menggunakan K13. Lalu pada periode Juli 2016 - Juli 2017 skenarionya 75 persen sekolah pakai KTSP, 6 persen semua kelas pakai K13, dan 19 persen kelas 1, 4, 7, dan 10 menggunakan K13.

Kemudian pada Juli 2017 - Juli 2018 jumlah sekolah yang menggunakan KTSP susut jadi 40 persen. Sisanya sebanyak 60 persen beralih ke K13. Proses migrasi dari KTSP ke K13 atau Kurikulum Nasional ini diharapkan tuntas pada tahun pelajaran 2017/2018. Masuk pada tahun pelajaran 2018/2019 sudah tidak ada sekolah yang memakai KTSP.

Pada kesempatan ini Anies juga mengkonfirmasi kabar salah tentang penerapan kurikulum. Beberapa waktu terakhir, muncul kabar menyesatkan bahwa pada tahun pelajaran 2016/2017, seluruh sekolah di Indonesia kembali menerapkan KTSP. "Saya prihatin atas informasi salah ini. Karena membuat gempar masyarakat," kata Anies.

Informasi salah itu sempat meluas di media sosial Facebook dan Twitter. Selain itu juga ramai jadi perbincangan orang di-blog. Anies mengatakan si penyebar informasi salah itu sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sedangkan terkait dengan wujud revisi K13 sendiri, sampai kemarin Anies masih irit komentar. Termasuk juga tentang jam belajar versi K13 dan jumlah mata pelajaran yang terlalu banyak, dia belum bersedia memaparkannya.

"Teknis revisi kurikulumnya bisa dikonfirmasi langsung ke Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, red)," kata dia.

Kepala Puskurbuk Tjipto Sumardi my ngakui memang banyak aspek yang direvisi atau dibenahi dari K13. Namun dia menegaskan bahwa pembenahan saat ini belum sampai pada kesimpulan mengepras jam belajar atau mengurangi jumlah mata pelajarannya. "Sekarang kita masih tahap revisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan silabus," kata dia.

Tjipto berpedoman bahwa deadline revisi K13 ini harus tuntas sebelum tahun ajaran 2016/2017 dimulai Juli tahun depan. Selain merevisi jeroan K13, Tjipto juga mengatakan mereka terus mempersiapkan bukunya. Dia mengatakan buku-buku baru hasil revisi K13 kemungkinan sudah beres pada akhir Januari tahun depan.

"Puskurbuk tidak menjalankan pelatihan guru, karena sudah dipegang direktorat lainnya," kata dia

Sumber: jpnn

Soal Ujian SD dan Madrasah Sebagian Besar Akan Dibuat Oleh Pemda

Soal Ujian SD dan Madrasah Sebagian Besar Akan Dibuat Oleh Pemda

Berdasar prosedur operasonal standar (POS) ujian SD sederajat 2016 yag sudah diterbitkan pemerintah, terlihat tidak ada perbedaan mencolok dengan ujian serupa tahun ini. Dimana sebanyak 25 persen butir soal ujian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan sisanya 75 persen dibuat oleh masing-masing daerah.
Thursday, 24 December 2015
Mendikbud Akan Mengubah Konsep Pada UN 2016

Mendikbud Akan Mengubah Konsep Pada UN 2016

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, sekolah-sekolah harus dapat mengembalikan harkat dan martabat bangsa melalui generasi muda untuk menjadi bangsa yang berintegritas.

“Negeri ini adalah negeri di mana orang-orang yang membawa integritas, bisa berjalan dan bisa menularkan prinsip-prinsipnya pada lingkungannya," tutur Menteri Anies.
Ditawari Gaji Rp 148 M, Guru Muda Ini Menolaknya

Ditawari Gaji Rp 148 M, Guru Muda Ini Menolaknya

Seorang guru di Tiongkok sempat menjadi buah bibir. Bagaimana tidak, Lam Yat-yan, ditawari uang US$ 11 juta untuk berhenti dari pekerjaannya.

Imbalan setara Rp 148,61 miliar itu ditawarkan kepada Lam dari sebuah sekolah Modern Education untuk melawan pesaingnya Beacon Group.
Sertifikasi Guru Kemenag Ditargetkan Selesai 2019

Sertifikasi Guru Kemenag Ditargetkan Selesai 2019

Sebanyak 50 persen guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) belum tersertifikasi sejak tahun 2006. Hal itu didasarkan pada hasil sertifikasi yang dimiliki Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan persoalan ini disebabkan beberapa persoalan terkait administrasi. Salah satunya adalah banyak guru yang belum memiliki ijazah Strata 1 (S1).
Wednesday, 23 December 2015
Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar

Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar

Faktor penyebab dan cara mengatasi kejenuhan dalam belajar
Kejenuhan belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan selanjutnya. Selain itu, kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan dan keletihan, namun penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda siswa.
Rendahnya Keinginan Guru Untuk Berkembang

Rendahnya Keinginan Guru Untuk Berkembang

Guru seharusnya terus mengembangkan potensi diri sebagai pendidik, baik lewat pelatihan maupun kompetisi. Nyatanya, meski di kota besar, masih banyak guru di Ibu Kota tidak melakukan hal tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, partisipasi guru yang berada di wilayah kepemimpinannya masih rendah dalam berbagai kompetisi pengembangan diri.
2016, BKN Terapkan Aplikasi e-Kinerja PNS

2016, BKN Terapkan Aplikasi e-Kinerja PNS

Badan Kepegawaian Negara  (BKN) akan menerapkan aplikasi e-Kinerja pada 2016. Penerapan ini menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana, bertujuan menyinergikan penilaian kinerja.

"Tahun ‎depan, BKN akan menjelma menjadi laboratorium penilaian kinerja," kata Bima Haria di Jakarta, Rabu (23/12).
Ibadah Haji dan Umrah Serta Rukunnya

Ibadah Haji dan Umrah Serta Rukunnya

Pengertian Haji
Kata Haji berasal dari bahasa arab dan mempunyai arti secara bahasa dan istilah. Dari segi bahasa haji berarti menyengaja, dari segi syar’i haji berarti menyengaja mengunjungi Ka’bah untuk mengerjakan ibadah yang meliputi thawaf, sa’i, wuquf dan ibadah-ibadah lainnya untuk memenuhi perintah Allah SWT dan mengharap keridlaan-Nya dalam masa yang tertentu.
Menikah Menurut Islam (Munakahat)

Menikah Menurut Islam (Munakahat)

DEFINISI NIKAH
Nikah dalam Alqur’an dan dalam bahasa arab memiliki beberapa arti, yaitu:
1.      Pertemanan,sebagaiman tertera dalam firman Allah swt, dan kami kawinkan (nikahkan) mereka dengan bidadari, maksud kalimat tersebut adalah “ Kami jadika bagi mereka teman berupa wanita sholehah “.
2.      Saling menopang, sebagaimana firman Allah swt, “ Kumpulkankah orang-orang yang berbuat zhalim dan pembesar-pembasar mereka” maksudnya adalah teman-teman mereka dari tukang pukul.
3.      Kawin sebagaimana firman Allah Swt, “ Maka tatkala zaid telah mengakhiri kepiluan terhadap istrinya (menceraikannya), kami kawinkan kamu dengan dia [ Qs. Al-Ahzaab (33) : 37] maksudnya adalah “ kami nikahkan kamu dengan dia.”
Sertifikasi, Transfer Dana dan Tunjangan Guru Diurus Pusat Saja

Sertifikasi, Transfer Dana dan Tunjangan Guru Diurus Pusat Saja

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada masalah apakah kebijakan pengelolaan guru itu desentralisasi atau sentralisasi. Namun orang nomor satu di Kota Pontianak itu punya pemikiran sebaiknya pengelolaan guru itu dibagi saja.

Dia mencontohkan, untuk masalah sertifikasi, transfer dana maupun tunjangan guru itu sebaiknya terpusat.
Tuesday, 22 December 2015
Prinsip-prinsip Pendidikan Harus Diutamakan

Prinsip-prinsip Pendidikan Harus Diutamakan

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai masalah pendidikan tidak hanya berhubungam dengan anggaran semata. Memaksimalkan prinsip pendidikan menjadi hal utama.

Susanto memaparkan, dalam penyelenggaraan pendidikan telah bergeser dari khittah, yaitu orientasi sosial menjadi komersial. Praktek Pendidikan dalam banyak kasus bergeser menjadi persekolahan.
Inilah Alasan Mengapa Hasil UKG Maluku Sangat Rendah

Inilah Alasan Mengapa Hasil UKG Maluku Sangat Rendah

Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan sejak tahun 2012-2014 masih menempat­kan guru-guru di Maluku berada pada peringkat ke-32 dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku M Saleh Thio mengakui rendahnya hasil UKG di Maluku tersebut.
Mencegah Korupsi, Mendikbud Ajak Ratusan KepSek Ke KPK

Mencegah Korupsi, Mendikbud Ajak Ratusan KepSek Ke KPK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak ratusan kepala sekolah ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (22/12). Anies menyatakan, para kepala sekolah ini merupakan pimpinan dari sekolah yang meraih nilai kejujuran tertinggi saat Ujian Nasional lalu.
Monday, 21 December 2015
Dana BOS Tahun 2016 Akan Dinaikkan

Dana BOS Tahun 2016 Akan Dinaikkan

Ada perbedaan signifikan terkait dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMA/SMK pada 2016 mendatang. Perbedaannya dari segi besaran dan penyaluran. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menjelaskan, alur penyaluran dana BOS SMA/SMK pada 2016 lebih ringkas.

Di menjelaskan, sebelumnya, pencairan dilakukan pemerintah pusat ke sekolah. Nah, pada tahun depan, prosesnya dilaksanakan pemerintah provinsi. ''Dari pemprov langsung dicairkan ke sekolah,'' ungkapnya.
Kemenag Nunggak Bayar Honor Guru Madrasah

Kemenag Nunggak Bayar Honor Guru Madrasah

Guru honorer madrasah di Jawa Barat (Jabar) mengeluhkan masalah honor yang menunggak sampai empat bulan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jabar di Bandung.
Baca Juga: Guru Honorer Madrasah Tuntut Pencairan Tunjangan Profesi

"Beberapa kabupaten ada yang sampai tertunggak tiga sampai empat bulan honornya," kata koordinator guru madrasah honorer Yanyan Herdiyan saat menggelar aksi di Kantor Kementerian Agama Provinsi Jabar di Bandung, Senin (21/12/2015).
Pelaksanaan UN, Mendikbud: Banyak Sontek-menyontek yang Sistematis dan Masif

Pelaksanaan UN, Mendikbud: Banyak Sontek-menyontek yang Sistematis dan Masif

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan tingkat kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) masih sangat tinggi, meskipun pemerintah tidak lagi menggunakan hasil UN dalam penentuan kelulusan.

Anies mengatakan berdasarkan hasil analisis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tingkat kecurangan terjadi di lebih dari 40 persen sekolah pada jenjang SMA dan sekolah sederajat maupun SMP dan sekolah sederajat.
Guru Honorer Madrasah Tuntut Pencairan Tunjangan Profesi

Guru Honorer Madrasah Tuntut Pencairan Tunjangan Profesi

Puluhan guru honorer madrasah se-Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Senin (21/12).

Aksi ini ditujukan dalam rangka menuntut tunjangan profesi guru (TPG) bagi honored madrasah yang tidak kunjung dicairkan.
Sunday, 20 December 2015
Survei Membuktikan, Rakyat Butuh Ketegasan Penyelesaian Honorer K2

Survei Membuktikan, Rakyat Butuh Ketegasan Penyelesaian Honorer K2

Sebuah hasil survei dari Asosiasi Research Opini Publik Indonesia (AROPI) menunjukkan masyarakat butuh penegasan dan konsistensi pemerintah dalam penyelesaian honorer kategori dua (K2).

"Untuk kasus honorer K2, mayoritas publik sudah tahu bahwa sudah ada peraturannya dan disosialisasikan dengan baik di seluruh Indonesia," kata Sekjen AROPI Umar S Bakrie, Minggu (20/12).
Daerah Ini Kekurangan 2000 PNS

Daerah Ini Kekurangan 2000 PNS

Berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Manado menyimpulkan, kota itu membutuhkan dua ribu PNS pada 2016 mendatang.
Baca Juga Anggaran Pengangkatan Tenaga Honorer K2 Tidak Masuk APBN 2016

"Makanya 2016 sudah sepantasnya quota penerimaan (PNS) tetap dibuka," kata Kepala BKD Manado, Steven Wakkary, Mingggu (20/12).
Waw!!! Kurikulum Diubah Lagi

Waw!!! Kurikulum Diubah Lagi

Mendikbud Anies Baswedan berencana meluncurkan kurikulum bernama Kurikulum Nasional.  Mendikbud sebelumnya, Mohammad Nuh membuat Kurikulum 2013 (K-13).

Informasi yang berkembang di internal Kemendikbud kian santer. Namanya hanya Kurikulum Nasional begitu saja. Tidak ada embel-embel tahunnya. Dengan adanya Kurikulum Nasional ini, maka K-13 bakal dikupas menjadi tiga bagian atau jenis. Yaitu Kurikulum Nasional, kurikulum berbasis pengembangan atau potensi daerah, dan kurikulum paling kecil mencakup kekhasan atau kondisi masing-masing sekolah.
Kepsek Jujur se-Indonesia akan Bertemu Presiden RI

Kepsek Jujur se-Indonesia akan Bertemu Presiden RI

Sebanyak 503 kepala sekolah dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka datang dari daerah masing-masing untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Para kepala sekolah ini akan diajak ke Istana Negara dan bertemu Presiden Joko Widodo sebagai penghargaan atas keberhasilan mereka menjaga integritas sekolah selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN)," ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata di Hotel Golden Boutique.

Cara Guru Menangani Siswa Yang Sulit Diatur

Cara Guru Menangani Siswa Yang Sulit Diatur

Beberapa cara penangan siswa yang sulit diatur

Penggunaan tehnik belajar aktif cendrung meminimalkan persoalan pengelolaan kelas yang menyulitkan guru yang terlalu mengandalakan metode ceramah dan diskusi kelompok besar atau diskusi kelas. Jika persoalan semisal perilaku memonopoli, menyimpang, dan menarik diri masih terjadi, berikut adalah cara penanganan yang bisa anda gunakan. Ada yang cocok diterapkan pada beberapa siswa, ada yang cocok diterapkan pada seluruh siswa. 
Mendikbud Beri Penghargaan untuk Kepsek Jujur

Mendikbud Beri Penghargaan untuk Kepsek Jujur

Tahun ini untuk pertama kalinya pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak hanya prestasi yang menjadi ukuran keberhasilan, tetapi juga nilai integritas yang diterapkan sekolah. Bahkan, pemerintah menilai sebaik apa sekolah mempersiapkan para siswanya dalam menghadapi ujian hingga berhasil lulus hingga melihat proses pelaksanaan UN itu sendiri, apakah dilaksakan dengan jujur atau curang demi mendongkrak nilai siswa.
Tips Memilih Sekolah Dasar (SD) Untuk Anak

Tips Memilih Sekolah Dasar (SD) Untuk Anak

Dalam memilih sekolah untuk anak, ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan orang tua. Menurut psikolog pendidikan, Evita, mereka biasanya ingin instan sehingga terlalu memaksa anak. Misalnya, memilih sekolah harus yang ada PR-nya. Orang tua kerap tergiur fasilitas saja dan mencecar anak mengikuti semua kegiatan di sekolah karena sudah membayar mahal.
Biaya Sertifikasi Sebesar 14 Juta Ditanggung Masing-Masing Guru

Biaya Sertifikasi Sebesar 14 Juta Ditanggung Masing-Masing Guru

Besarnya biaya sertifikasi kini tidak lagi di biayai pemerintah. biaya tersebut kini ditanggung oleh masing-masing guru.
Mulai 1 Januari 2016 nanti, biaya sertifikasi profesi ditanggung masing-masing guru. Kalangan perguruan tinggi menaksir biaya sertifikasi mencapai Rp 14 juta.
Friday, 18 December 2015
Masih Banyak PR Untuk Pendidikan Disabilitas

Masih Banyak PR Untuk Pendidikan Disabilitas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan pemerintah.

Dalam hal ini terkait dengan pemenuhan hak pendidikan anak disabilitas. "Pemerintah mengakui masih banyak yang harus dilakukan berkaitan dengan pemenuhan hak pendidikan anak disabilitas," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad di Gedung A Kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (19/12).
Akreditasi Tunjukkan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Akreditasi Tunjukkan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

 Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah Abdul Mukti mengatakan berdasarkan hasil akreditasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah, hampir semua sekolah memenuhi akreditasi.

SD dan SMP rata-rata akreditasinya B sedangkan SMA rata-rata akreditasinya A.
Kemenristek-Dikti Godok Standar Nasional Pendidikan Guru

Kemenristek-Dikti Godok Standar Nasional Pendidikan Guru

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) tengah menggodok standar nasional pendidikan guru (SNPG) yang akan menjadi acuan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

"Kami sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan 17 rektor atau pimpinan LPTK," kata Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Mahasiswa Kemenristek Dikti Dr. Paristiyanti Nurwardani, Jumat (18/12).
Banyak Soal UKG Berbasis Kurikulum 2013

Banyak Soal UKG Berbasis Kurikulum 2013

Tidak semua sekolah menggunakan kurikulum 2013 pada pembelajaran mereka. Namun kenyataannya, saat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG), banyak soal keluar berbasis kurikulum 2013.

Menurut Sekertaris Jenderal, Retno Listyati menyatakan bahwa banyak soal keluar dengan kurikulum 2013.
Inilah Sekolah Paling Jujur Saat UN

Inilah Sekolah Paling Jujur Saat UN

UN masih dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan bagi para siswa. Pasalnya UN adalah satu-satunya cara untuk menentukan lulus atau tidaknya para siswa semester akhir.

Karena beban inilah yang tak jarang membuat siswa melakukan berbagai hal agar dapat lulus sekolah, bahkan dengan cara-cara yang curang pun mereka rela melakukannya demi kelulusannya dan bahkan ada pihak sekolah yang membantu para siswa dalam menjawab soal-soal UN agar para siswanya dapat lulus UN. 
Thursday, 17 December 2015
Banyak Soal UKG yang Bermasalah di 29 Kabupaten

Banyak Soal UKG yang Bermasalah di 29 Kabupaten

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI|) Retno Listyarti  menyatakan bahwa Uji Kompetensi Guru (UKG) banyak menghasilkan nilai rata- rata guru di bawah standar. Apalagi, soal-soal UKG banyak yang bermasalah.

Selain di tingkat SD, Retno menyatakan bahwa soal UKG juga bermasalah pada tingkat SMK. Banyak soal tes SMK yang diujikan mengunakan kurikilum 2013 (K-13). Padahal, guru-guru mengajar mengunakan Kurikulum Tingkat Satuan Kompetensi (KTSP) atau dikenal dengan K-2006.
UKG Hanya Mampu Tentukan 30 Persen Kompetensi Guru

UKG Hanya Mampu Tentukan 30 Persen Kompetensi Guru

Salah satu cara untuk mengukur Kompetensi Guru adalah dengan melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG). UKG sendiri adalah program Pemerintah yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kompetensi yang dimiliki guru. 

Pelaksanaan UKG dilaksanakan Bulan November Lalu dan untuk UKG susulan dilaksanakan pada Pertengahan Desember kemarin. 
Pendidikan Menengah Akan Kembali Dikelola Provinsi

Pendidikan Menengah Akan Kembali Dikelola Provinsi

Berdasarkan Undang-Undang Tata Kelola Pendidikan, pengelolaan pendidikan menengah mulai Januari 2017 akan dialihkan ke provinsi.

Kepala Bagian Hukum dan Tata Laksana dan Kerjasama Direktoral Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasem Kemdikbud) Haryono mengatakan, pemerintah provinsi akan mengelola pendidikan menengah dan khusus. Sementara untuk pendidikan dasar dan pertama tetap dikelola oleh kabupaten/kota.
Kepala Sekolah Asal-asalan Lakukan Penilaian Kinerja Guru

Kepala Sekolah Asal-asalan Lakukan Penilaian Kinerja Guru

Spesialis pengembangan sekolah USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan (Sulsel) Fadiah Mahmud mengatakan hasil penilaian guru dengan menggunakan UKG (Uji Kompetensi Guru) dan PKG (Penilaian Kinerja Guru) selama ini tidak sinkron. 

"Nilai UKG tahun 2014 menunjukkan rata-rata nilai kompetensi guru cuma 47 dari nilai maksimal 100 atau berada dibawah angka 50, nilai ini berbanding terbalik dengan nilai PKG pada tahun yang sama, yaitu baik dan amat baik," kata Fadiah saat dihubungi di Makassar, Rabu (16/12/2015).
Padahal, kata dia, seharusnya kedua nilai ini setara.
FSGI: UKG Tak Cerminkan Rendahnya Kompetensi Guru

FSGI: UKG Tak Cerminkan Rendahnya Kompetensi Guru

Beberapa bulan terakhir ini, pemerintah menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru, pelaksanaan Uji Kompetensi Telah dilaksanakan mulai tanggal 9 november dan berakhir pada tanggal 27 november 2015 kemarin.

Untuk Uji Kompetensi Guru susulan dilaksanakan pada Pertengahan Desember kemarin. Perolehan nilai para guru pun dapat langsung dilihat begitu selesai ujian. Meski UKG merupakan Uji Kompetensi untuk mengetahui seberapa besar kemampuan guru terhadap kompetensinya namun ha demikian tidak serta merta menjadi patokan bahwa guru itu tidak berkompeten atau berkompeten.



Hal demikian sebagaimana diungkapkan oleh  Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti menegaskan, pemerintah tidak bisa mengambil kesimpulan tentang kompetensi guru hanya berdasarkan nilai UKG.

"Pasti ada faktor lain yang juga mempengaruhi, jadi tidak bisa menarik kesimpulan begitu saja bahwa guru tidak berkualitas," ujar Retno.

Faktor lain yang dimaksud Retno di antaranya adalah ketidaksesuaian soal UKG dengan mata pelajaran yang diampu guru. Guru kesenian dan keterampilan di jenjang sekolah dasar (SD), misalnya, harus mengerjakan soal untuk guru-guru kelas. Padahal, mereka mengampu mata pelajaran baru.
Alhamdulillah, Mulai Tahu‎n Depan PNS Terima Gaji ke-14

Alhamdulillah, Mulai Tahu‎n Depan PNS Terima Gaji ke-14

Gaji merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu kedatangnannya, rasa lelah akan hilang seketika ketika sudah mencapai masa akhir atau awal bulan. Masa-masa itulah para pekerja akan menerima hasil keringat karena telah bekerja keras untuk menafkahi kehidupan diri sendiri dan keluarga.
Wednesday, 16 December 2015
UKG dan PKG Tidak Sinkron

UKG dan PKG Tidak Sinkron

Selama ini kompetensi para guru Indonesia dinilai melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) dan Penilaian Kinerja Guru (PKG). Namun, hasil penilaian kedua metode tersebut tidak sinkron.

Hal ini diungkapkan Spesialis pengembangan sekolah USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan (Sulsel) Fadiah Mahmud. Dia memaparkan, nilai UKG 2014 menunjukkan rata-rata nilai kompetensi guru cuma 47 dari nilai maksimal 100 atau berada di bawah angka 50. Nilai ini berbanding terbalik dengan nilai PKG pada tahun yang sama, yaitu baik dan amat baik.
Evaluasi K-13 Agar Menyatu Dengan Kebutuhan Perguruan Tinggi

Evaluasi K-13 Agar Menyatu Dengan Kebutuhan Perguruan Tinggi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 alias K-13. Evaluasi tersebut dilakukan demi penyempurnaan kurikulum yang menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu. Salah satu yang dievaluasi adalah sinergi K-13 dengan perguruan tinggi (PT). 

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Jawa Timur Eka Ananda menjelaskan, Kemendikbud ingin K-13 match dengan peminatan di PT. 
Sosok Guru Yang Selalu Dirindukan

Sosok Guru Yang Selalu Dirindukan

 “Mulailah mendekat hingga tidak ada jarak antara hati guru dengan murid karena proses pembelajaran tidak akan bermakna jika hati muridnya tidak tergerak. Sebagai remaja, tentunya kami dekat dengan “kenakalan”, “aturan dibuat untuk dilanggar”. Hukuman demi hukuman makin membuat kami ketagihan melakukan pelanggaran, itulah dunia kami. Namun, semuanya berubah sebaliknya. Titik balik terjadi bukan ketika sang guru memasang wajah bengis dan memberikan hukuman berat, melainkan ketika Sang Guru tetap tersenyum, dan dengan sabar menghadapi kenakalan kami. Senyuman dan kata-katanya membuat kami sadar dan menyesali apa yang telah kami lakukan. Guru telah membuka mata hati saya, pribadi remaja yang tadinya gelisah, ingin selalu melanggar aturan, malas belajar, selalu melawan apabila diingatkan, bisa berubah menjadi sebaliknya.
Ujian Kompetensi Guru Susulan Lebih Ringan, Ini Alasannya

Ujian Kompetensi Guru Susulan Lebih Ringan, Ini Alasannya

Beberapa bulan terakhir ini, pemerintah menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru, pelaksanaan Uji Kompetensi Telah dilaksanakan mulai tanggal 9 november dan berakhir pada tanggal 27 november 2015 kemarin. 

Untuk Uji Kompetensi Guru susulan dilaksanakan pada Pertengahan Desember kemarin. namun ada hal yang berbeda dari soal Uji Kompeensi Susulan dan Uji Kompetensi yang dilaksanakan November kemarin. perbedaan tersebut ialah mengenai tingkat kesulitan kerja.
Profesi Guru Adalah Sebagai Mercusuar Perubahan Bangsa

Profesi Guru Adalah Sebagai Mercusuar Perubahan Bangsa

Guru selain bertugas sebagai pengajar dan pendidik, guru juga sebagai marcusuar perubahan manusia. Jasa-jasa guru sangatlah besar terutama dalam hal pendidikan.

 Guru memiliki tugas dan peranan yang sangat besar dalam terciptanya manusia-manusia yang berkualitas, tanpa adanya guru maka apalah jadinya kita ini.
Tuesday, 15 December 2015
Pendidikan Gratis Buat Guru Apatis?

Pendidikan Gratis Buat Guru Apatis?

Pendidikan gratis merupakan pendidikan yang sangat diharapakan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik kalangan bawah maupun kalangan atas. namun tahukah bahwa pendidikan gratis juga memiliki efek yang buruk.
 
Pendidikan gratis di sejumlah daerah menyebabkan guru menjadi lebih apatis. Hal ini karena para guru di daerah terpencil ini sulit mengendalikan siswanya.
Indonesia Sangat Memerlukan Guru Hebat

Indonesia Sangat Memerlukan Guru Hebat

Guru yang hebat adalah guru yang mampu meningkatkan kualitas para siswanya, namun untuk memperoleh guru yang hebat tentu membutuhkan banyak dukungan, terutama dukungan dari pemerintah.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menilai Indonesia sangat memerlukan guru hebat.
Namun hal ini belum bisa terealisasi karena pemerintah nampaknya belum mendukung para guru seutuhnya. Padahal salah satu nawacita pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas gurunya.
Kemendikbud Rancang Neraca Pendidikan Daerah

Kemendikbud Rancang Neraca Pendidikan Daerah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merancang neraca pendidikan daerah untuk mengetahui keseimbangan antara anggaran pendidikan yang masuk dengan keluaran atauoutput yang dihasilkan. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, tujuan besar dari adanya neraca pendidikan ini adalah terciptanya ekosistem pendidikan yang  hidup serta interaksi antarpelaku pendidikan atau pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
 Pemerintah Siapkan Perangkat untuk Wajib Belajar 12 Tahun

Pemerintah Siapkan Perangkat untuk Wajib Belajar 12 Tahun

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyiapkan peta jalan atau road map  wajib belajar (wajar) 12 tahun. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, beberapa  perangkat yang disiapkan menuju wajar 12 tahun itu antara lain perangkat hukum dan sisi penyediaan sarana dan prasarana berupa guru, unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB).
HEBAT: Pelajar Indonesia Mengukir Prestasi Tingkat Dunia

HEBAT: Pelajar Indonesia Mengukir Prestasi Tingkat Dunia

Setelah sukses menyabet emas di olimpiade Sains dan catur dunia, pelajar SMP Indonesia mengukir prestasi lagi. Dengan gemilang siswa-siswi SMP terbaik Indonesia menyabet lima medali emas, enam medali perak dan sembilan medali perunggu di kompetisi International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) 2015 yang digelar dari tanggal 10 sampai 14 Desember 2015 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia.
Kekurangan Guru di Indonesia Tembus 520 Ribu Orang

Kekurangan Guru di Indonesia Tembus 520 Ribu Orang

Meski jumlah total guru hampir mencapai 3 juta jiwa, ternyata jumlah tersebut masih kurang. Bahkan kekurangan tersebut jumlah cukup besar, setengah juta lebih kekurangan guru untuk tahun 2015.

Kekurangan guru tersebut dikarenakan sebagian guru-guru yang sudah ada mendekati masa pension dan bahkan banyak pula yang sudah pensiun. Di tahun 2015 ini saja ada sekitar 400 ribu guru yang pension.
Monday, 14 December 2015
Menpan RB Tak Terima Para Guru Soraki Puan Maharani

Menpan RB Tak Terima Para Guru Soraki Puan Maharani

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak terima menterinya mendapat sorakan dari para guru.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi‎ mengingatkan sikap para guru kepada Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dalam peringatan HUT PGRI ke-70 di Stadion Utama Geloran Bung Karno sangat tidak pantas.
Tetap Bertahap, Kurikulum 2013 Selesai Pada 2020

Tetap Bertahap, Kurikulum 2013 Selesai Pada 2020

Kurikulum merupakan perangkat dari sistem pendidikan yang tidak dapat dipisahkan. Selain karena kualitas guru, kualitas kurikulum juga memiliki peranan yang besar terhadap kemajuan pendidikan.
Di Indonesia sendiri, pemerintah masih mengupayakan terciptanya kurikulum yang berkualitas. sudah beberapa kali pemerintah melakukan pergantian  kurikulum dan pada hakikatnya adalah ingin memajukan pendidikan di Indonesia. 
Menteri Yuddy: Guru Hadiri HUT PGRI Kebanyakan Honorer

Menteri Yuddy: Guru Hadiri HUT PGRI Kebanyakan Honorer

Ribuan Guru dari berbagai daerah memenuhi Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menghadiri acara ‎puncak perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada Minggu, 13 Desember lalu.

Padahal, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) jauh-jauh hari telah mengeluarkan surat edaran agar para guru tidak tidak mengikuti perayaan HUT ke-70 PGRI.
Memprihatinkan, Guru Honorer Dibayar di Bawah Upah Minimal

Memprihatinkan, Guru Honorer Dibayar di Bawah Upah Minimal

Bukan hal baru lagi jika kita mendengar nasib para guru honorer. Banyak guru honorer yang jauh dari kata sejahtera, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka harus rela bekerja lebih ekstra dengan menjadi kuli bangunan, penjual mainan anak-anak, penjual makanan ringan dan masih banyak profesi sampingan yang dilakukan oleh para guru honorer. 
Pemerintah Diminta Tetapkan Honor Minimal untuk Guru

Pemerintah Diminta Tetapkan Honor Minimal untuk Guru

Sejauh ini, kita telah mengetahui bahwa betapa mirisnya melihat penghasilan para guru honorer, para guru honorer meski punya tanggung jawab yang sama kepada pendidikan namun dari segi kesejahteraan masih sangat jauh.

Bayangkan saja, ada guru honorer yang ber-gaji 300 ribu, 200 ribu, bahkan ada yang cuman dibayar 50 ribu, dan itu pun 3 bulan kemudian mereka baru menikmati gaji tersebut.
Sunday, 13 December 2015
Puan: Tenang, Tunjangan Guru tak Akan Dihapus

Puan: Tenang, Tunjangan Guru tak Akan Dihapus

Pemerintah menghapus kegelisahan para guru yang khawatir terhadap wacana penghapusan tunjangan. Kabar gembira ini disampaikan Menko PMK Puan Maharani saat menyampaikan pidato Presiden Joko Widodo di peringatan HUT PGRI ke-70 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/12).

“Pernyataan tunjangan profesi akan dihapuskan itu tidak benar dan itu sudah masuk anggarannya di APBN,” kata Puan yang disambut euforia para guru di lapangan tersebut.
Daerah Ini Akan Buka Lowongan untuk 1.500 Guru Honorer

Daerah Ini Akan Buka Lowongan untuk 1.500 Guru Honorer

Nampaknya kebutuhan akan guru baik guru SD, SMP, SMA, nampaknya masih harus terus dipenuhi. kekurangan tenaga-tenaga pendidik ini nampaknya hampir disemua daerah.

Salah satu daerah yang masih kekurangan guru yang cukup banyak adalah Purwakarta. bahkan Pemerintah setempat telah mengambil sebuah kebijakan tentang rekrutmen mennya nanti seperti apa. 

Guru SD Harus Segera Ditambah

Guru SD Harus Segera Ditambah



Dari jumlah guru sebanyak hampr 3  juta Tenaga Pendidik, ternyata kebutuhan akan guru Sekolah Dasar masih belum mencukupi. Kuota guru SD masih perlu banyak penambahan, saat ini kekurangan tersebut masih diisi oleh tenaga-tenaga honorer.

Selain itu, kebutuhan akan tenaga staf administrasi dirasa masih kurang. Untuk itu kedepannya pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah seperti itu. Hal ini di sampaikan oleh ketua PGRI.
Menko PMK: Guru Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Menko PMK: Guru Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Guru merupakan ujung tombak pendidikan yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Selain berperan mentransfer ilmu ke peserta didik, guru juga menjadi ujung tombak pendidikan karakter bangs dan menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya.

“Guru juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas diri dengan meningkatkan inovasi, skill, dan kompetensi serta kualifikasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses dan hasil pendidikan serta pembelajaran semakin bermutu dalam rangka menuntun langkah anak bangsa mewujudkan impian mereka,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.
PGRI Nyatakan Enam Sikap Dukung Pemerintah

PGRI Nyatakan Enam Sikap Dukung Pemerintah

Menanggapi isu yang berkembang bahwa PGRI merupakan saingan Pemerintah, hal ini dibantah dengan Enam sikap PGRI dukung pemerintah. Ini disampaikan pada HUT Guru di GBK 13 Desember kemarin.

Dalam rangka puncak perayaan hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 dibacakan pernyataan sikap PGRI sebagai organisasi guru yang menjadi partner dan mendukung kinerja pemerintah Kabinet Kerja.
Alasan Mengapa Bapak Anies Tidak Hadir Di HUT Guru

Alasan Mengapa Bapak Anies Tidak Hadir Di HUT Guru

Hari minggu 13 Desember kemarin merupakan puncak perayaan HUT guru yang diselenggarakan oleh PGRI. Dalam acara tersebut sejumlah pejabat menghadiri puncak perayaan HUT guru di GBK, sebut saja salah satu petinggi Negara yang mewakili Presiden Jokowi Dodo adalah Puan Maharani. 
HUT PGRI ke-70: DPD RI Apresiasi Jasa Guru

HUT PGRI ke-70: DPD RI Apresiasi Jasa Guru

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman, berharap PGRI makin mampu berperan sebagai wadah perjuangan kaum guru untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dia juga mengapresiasi guru yang telah banyak berjasa pada negara.

"Semoga kedepan PGRI dapat menjadikan pendidikan di indonesia lebih maju lagi sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman di era globalisasi yang yang penuh persaingan dan kompetisi," ujarnya pada HUT ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gelora Bung Karno, Ahad  (13/12).
PGRI Harus Tetap Jadi Wadah Perjuangan Guru

PGRI Harus Tetap Jadi Wadah Perjuangan Guru

PGRI merupakan wadah perjuangan bagi para guru Indonesia, banyak peran yang telah dilakukan oleh PGRI dalam memperjuangkan hak-hak guru. Melalui kritikan-kritikan dan masukan PGRI kepada pemerintah ini merupakan salah satu upaya perjuangan yang dilakukan oleh PGRI.

Semoga eksistensinya tetap menggaung dan semoga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diharapkan tetap menjadi wadah perjuangan para tenaga pendidik, terutama dalam hal peningkatan kompetensi dan kesejahteraan anggotanya. 
Saturday, 12 December 2015
Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak

Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak

Secara etimologis, kata akhlak berasal dari bahasa arab akhlak dalam bentuk jama’, sedang mufrodnya adalah khuluq, yang dalam kamus munjid berarti budi pekerti, perangai atau tingkah laku, akhlak bersinonim dengan etika dan moral.  Secara terminologis ada beberapa definisi tentang akhalak, diantaranya sebagai berikut:
Orang Tua dan Tanggung Jawabnya

Orang Tua dan Tanggung Jawabnya

    Orang tua adalah orang yang di tuakan terdiri dari ayah dan ibu. . disamping itu, orang tua merupakan komponen dari suatu keluarga yang telah melalakukan suatu pernikahan yang sah. Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.  Disisi lain orang tua memiliki  tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan anak, bagaimana kehidupan anak kelak tergantung dari apa yang diperbuat orang tuanya, berikut adalah tanggung jawab orang tua terhadap anak: 
Tidak Ada Lagi Kekerasan Dalam Sekolah

Tidak Ada Lagi Kekerasan Dalam Sekolah

Alasan karena ingin mendisiplinkan anak didik terkadang guru harus berbuat kekerasan terhadap muridnya. Enatah hanya sekedar memarihanya, mencubit, hingga memukul dengan suatu benda. 

Pada masa dulu mungkin kekerasan seperti ini masih dimaklumi, bahkan orang tua pun tidak banyak ikut campur mengenai peraturan para guru, yang penting anaknya dapat dididik orang tua tak menjadikannya sebuah masalah.
Guru Adalah Penerus dan Pewaris Para Nabi

Guru Adalah Penerus dan Pewaris Para Nabi

Tugas yang melekat pada guru merupakan tugas yang sangat mulia, guru sebagai pendidik juga sebagai penyampai kebaikan buat para siswa dan para masyarakat untuk lingkup yang lebih luas. Guru mewarisi keilmuan yang tentu dapat berguna bagi para kihidupan di dunia ini, wajar jika guru dapat diangap sebagai penerus nabi.
Friday, 11 December 2015
Tak Semua Organisasi Guru Setuju Puncak HUT Guru

Tak Semua Organisasi Guru Setuju Puncak HUT Guru

Meski PGRI bersikeras ingin merayakan HUT Guru pada 13 Desember mendatang ternyata tidak semua guru setuju akan hal tersebut. Hal ini disamapikan oleh Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).

Tak semua guru yang tergabung dalam organisasi profesi guru setuju dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (13/2). Hal tersebut karena mereka memiliki definisi berbeda tentang peringatan HGN.
Klarifikasi Surat Edaran  Menpan-RB

Klarifikasi Surat Edaran Menpan-RB

Keberadaan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor : B/3903/M.PANRB/12/2015, tanggal 7 Desember 2015, perihal edaran perayaan Hari Guru 2015, yang ditujukan kepada para Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, menimbulkan kemarahan di kalangan guru-guru. 
Komnas HAM; Pemerintah Langgar Kebebasan Berserikat Guru

Komnas HAM; Pemerintah Langgar Kebebasan Berserikat Guru

Polemik HUT PGRI banyak menimbulkan spekulasi bagi sebagian kalangan, kali ini Komisioner Komisi Nasional Hak Azazi Manusia yang buka mulut. 

Pemerintah dianggap melanggar hak azasi manusia untuk berserikat dan berpendapat karena sudah membatasi guru untuk menghadiri HUT PGRI. Apalagi PGRI bukanlah organisasi yang membahayakan stabilitas nasional.
Tahun Depan, UN "Online" Akan Digelar Secara Nasional

Tahun Depan, UN "Online" Akan Digelar Secara Nasional

Kalau tahun-tahun dulu untuk UN siswa cukup menyediakan seperangkat alat tulis, seperti Pensil 2B, Penggaris 2B, dan penghapus, namun untuk tahun 2016 nampaknya aka nada perubahan yang cukup signifikan mengenai dengan cara apa siswa mengerjakan soal UN. 

Untuk tahun2016 akan ada rencana pelaksanaan UN menggunakan sistem online secara menyeluruh.

109.435 Guru Akan Hadiri HUT PGRI

109.435 Guru Akan Hadiri HUT PGRI

Meski sudah ada surat edaran, hal demikian tidak menyurutkan minat para guru untuk menghadiri HUT guru yang akan dilaksanakan pada 13 Desember mendatang. Antusiasme guru yang akan menghadiri perayaan yang akan di gelar di GBK cukup besar, sekitar 100 ribu lebih guru akan menghadiri puncak acaranya.
Thursday, 10 December 2015
Intip Materi Ujian pada UN 2016!

Intip Materi Ujian pada UN 2016!

Sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, sebelum menghadapi kelulusan siswa akan diuji kemampuannya. Uji kemampuan para siswa ini sering disebut UN. UN merupakan momok yang menakutkan bagi para siswa, nampaknya momok yang menakutkan itu akan terulang lagi bagi siswa-siswi pada tingkat akhir sekolah.
Jika Paham Sejarah PGRI, Menteri Tidak Akan Keluarkan Surat Edaran

Jika Paham Sejarah PGRI, Menteri Tidak Akan Keluarkan Surat Edaran

Masih dalam suasana polemik surat edaran Menpan dan Kemendikbud. Kini giliran Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Profesor HAR Tilaar yang membuka suaranya.

Ia merasa heran dengan kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan surat edaran berisi imbauan agar guru tidak mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Guru Honorer Berprestasi tak Mendapat Apresiasi

Guru Honorer Berprestasi tak Mendapat Apresiasi

Ghelviny merupakan pemenang lomba kreativitas Guru SMP bidang Matematika. Kemenangan ini ternyata tidak memperoleh dukungan yang sesuai dari sekolahnya.

Guru SMPN 199 Jakarta ini mengatakan, pihak sekolah hanya memberikan ucapan 'selamat' saat dia mampu menjadi pemenang lomba tersebut. 
Wednesday, 9 December 2015
Marwah Pemerintah Memburuk di Hadapan Guru

Marwah Pemerintah Memburuk di Hadapan Guru

Munculnya draf surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) yang  ditujukan kepada para kepala daerah dan kepala Dinas Pendidikan seluruh Indonesia menunjukkan sikap arogansi pemerintah.
Mendikbud: PGRI Boleh Rayakan Hari Guru, Asal Tak Berpolitik

Mendikbud: PGRI Boleh Rayakan Hari Guru, Asal Tak Berpolitik

Kisruh perayaan hari guru masih menjadi topik yang hangat dikalangan dunia pendidikan, aksi kontroversi yang dilakukan oleh Menpan membuat banyak kalangan berbagai reaksi, pasalnya surat edaran yang di terbitkan oleh Menpan seoalah-olah menyudutkan PGRI selaku pelaksana pada kegiatan yang akan dilaksanakan pada 13 desember mendatang.
Tanggapan Menteri Anies Tentang Surat Edaran Menpan

Tanggapan Menteri Anies Tentang Surat Edaran Menpan

Menaggapi polemik yang terjadi mengenai perayaan hari guru, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan akhirnya bersuara terkait surat edaran dari menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan dan RB) mengenai perayaan hari guru 2015. 

Pengamat: Perayaan Hari Guru PGRI Gerakan Politik

Pengamat: Perayaan Hari Guru PGRI Gerakan Politik

Menyoal kisruh peringatan hari guru membuat sebagian kalangan berspekulasi mengenai masalah ini. Sebagian kalangan berpandangan bahwa dibalik perayaan hari guru nanti kemungkinan besar ada motif lain dibaliknya. Bahkan salah satu pengamat dengan gamblang mengatakan bahwa dibalik peringatan hari guru ada motif politik di dalamnya.
Kemarin Menpan, Sekarang Kemendikbud Yang Mengeluarkan Surat Edaran

Kemarin Menpan, Sekarang Kemendikbud Yang Mengeluarkan Surat Edaran

Polemik mengenai perayaan Hari Guru masih berlanjut, beberapa waktu lalu Menpan telah mengeluarkan surat edaran yang melarang guru untuk merayakan HUT Guru yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember mendatang, nah sekarang Kemendikbud yang mengeluarkan surat edaran lagi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ikut mengeluarkan surat edaran perihal perayaan hari guru yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 13 Desember mendatang. Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi ini ditunjukkan kepada gubenur, bupati/walikota, dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota.
Tuesday, 8 December 2015
Begini Himbauan Menteri Yuddy Larang Perayaan HUT Guru

Begini Himbauan Menteri Yuddy Larang Perayaan HUT Guru

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi kembali mengeluarkan surat edaran. Kali ini sasarannya adalah guru-guru.

SE No B/3903/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember 2015 yang ditujukan kepada gubernur, bupati/walikota, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi,kabupaten/kota se-Indonesia itu berisi tentang imbauan agar guru-guru tidak menghadiri Perayaan Hari Guru 2015 yang dilaksanakan 13 Desember.
PGRI Pertanyakan Larangan Merayakan Hari Guru

PGRI Pertanyakan Larangan Merayakan Hari Guru

Menanggapi Surat yang diedarkan oleh Menpan mengenai Pelarangan perayaan HUT  Guru , Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mempertanyakan surat edaran yang dikeluarkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi tentang larangan merayakan hari guru.
Menpan Larang HUT Guru, Diduga Ada "Pembisik"

Menpan Larang HUT Guru, Diduga Ada "Pembisik"

Akhir-akhir ini para guru di suguhkan sebuah kabar yang tidak sedap, kabar tersebut ialah bahwa ada pelarangan dari Menpan untuk merayakan hari guru.

Menanggapi kabar yang muncul, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo menduga ada pihak yang memberi masukan salah kepada menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan dan RB) sehingga surat edaran itu keluar.
Monday, 7 December 2015
Soal UAS Madrasah Ajarkan Anti NKRI

Soal UAS Madrasah Ajarkan Anti NKRI

Kementerian Agama (Kemenag) menginstruksikan kepada Kanwil Kemenag Banten agar dilakukan proses revisi soal mata pelajaran Fiqh pada ujian akhir semester (UAS) Madrasah Aliyah.  

Soal dalam meteri ujian dinilai ada yang mengandung nilai-nilai anti-Pancasila dan NKRI. Kemenag juga meminta agar ujian diulang dengan soal baru yang sudah direvisi.
 Ribuan Guru Nonformal Digelontorkan Insentif Miliaran Rupiah

Ribuan Guru Nonformal Digelontorkan Insentif Miliaran Rupiah

Untuk meningkatkan kesejahteraan para guru nonformal, pemerintah kota malang telah menggelontorkan insentif yang cukup besar. 

Ribuan guru pendidikan nonformal yakni guru ngaji dan sekolah Minggu serta modin, perawat jenazah, penjaga tempat ibadah, dan penjaga makam di Kota Malang, Jawa Timur, digelontori insentif total sebesar Rp3,7 miliar.
Mendikbud: Beda Kurikulum, Soal UN 2016 Tetap Sama

Mendikbud: Beda Kurikulum, Soal UN 2016 Tetap Sama

Setiap tahun, pemerintah selalu melaksanakan ujian nasional (UN), ujian nasional merupakan ujian terberat dan selama ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para siswa. Bagaimana tidak, salah satu penentu kelulusan dari sekolah adalah ditentukan oleh UN tersebut.
Sunday, 6 December 2015
Gara-gara UU Pemda, Rp 40 Miliar DAK Pendidikan Tak Tersalurkan

Gara-gara UU Pemda, Rp 40 Miliar DAK Pendidikan Tak Tersalurkan

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas tahun ini mengembalikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 40 miliar. Dana hibah tersebut tidak bisa terserap lantaran ada aturan baru yang mewajibkan penerima dana alokasi khusus (DAK) terdaftar sebagai badan hukum di Kemenkumham.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso mengaku sudah kehabisan akal untuk memenuhi persyaratan tersebut. Akhirnya dia terpaksa melapor ke Bupati Achmad Husein bahwa anggaran tak terserap.
Macam-Macam dan Bentuk Perhatian Orang Tua

Macam-Macam dan Bentuk Perhatian Orang Tua


1.      Macam-macam Perhatian
Beberapa perhatian dapat digolongkan bermacam-macam, di bawah ini peneliti mencoba memaparkan macam-macam perhatian, yaitu sebagai berikut:

a.       Perhatian atas dasar intensitasnya, yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktifitas atau pengalaman batin, maka dibedakan menjadi:
Saturday, 5 December 2015
Kemenag Sertifikasi Guru Madrasah

Kemenag Sertifikasi Guru Madrasah

Kementerian Agama baru menyertifikasi 565.392 guru atau 50 persen lebih dari total guru Pendidikan Agama Islam dan guru madrasah sebanyak 1.100.238 orang.

"Selama pelaksanaan sertifikasi yang berlangsung sejak 2006, terdapat 50 persen lebih guru yang bernaung di bawah Kementerian Agama belum tersertifikasi," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai Gelar Expose Sembilan Tahun Penyelenggaraan Sertifikasi Guru di Jakarta.
Kemenag Evaluasi Hasil Sertifikasi Guru Agama

Kemenag Evaluasi Hasil Sertifikasi Guru Agama

Dalam menetukan kelayakan guru Agama, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan Ekspose Sertifikasi Guru guna memantau hasil pelaksanaan sertifikasi guru sejak 2006 lalu.

"Pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan melalui berbagai program. Baik melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari madrasah," ujar Lukman dalam sambutannya di pembukaan acara ekspose sertifikasi guru
Guru Adalah Kunci Keberhasilan Pendidikan

Guru Adalah Kunci Keberhasilan Pendidikan

Peran guru adalah mendidik dan transfer ilmu pengetahuan. Dalam dunia pendidikan, guru ada faktor yang sangat penting dalam kemajuan dan keberhasilan suatu pendidikan. 

Hal ini sebagai mana disampaikan dalam kegiatan ekspose sertifikasi guru yang diadakan oleh Kementrian Agama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan acara ini diadakan karena guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan.
Pendidikan Adalah Interaksi Kasih Sayang Guru dan Murid

Pendidikan Adalah Interaksi Kasih Sayang Guru dan Murid

Pada hakikatnya, pendidikan adalah sebuah komunikasi kasih sayang yang berlangsung didalamnya. interaksi proses pendidikan merupakan interaksi jalinan kasih sayang antara siswa dan guru. selain itu, interaksi kasih sayang dalam proses belajar mengajar adalah hal yang sangat penting, transfer ilmu akan menjadi lebih mudah di pahami oleh siswa manakala segalanya dilandaskan dengan rasa kasih sayang.
Friday, 4 December 2015
Penilaian dan Pembelajaran Adalah Satu-Kesatuan

Penilaian dan Pembelajaran Adalah Satu-Kesatuan

Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan adalah penilaian, penilaian di sini mencangkup penilaian yang lebih luas, bukan hanya sekedar menilai dengan angka-angka akan tetapi juga penilaian yang tidak tertulis, missal perilaku siswa bagaiman, keaktifan siswa seperti apa.
Thursday, 3 December 2015
Mendikbud: Pendidikan Harus Ajarkan Peduli Lingkungan

Mendikbud: Pendidikan Harus Ajarkan Peduli Lingkungan

Banyak faktor yang menjadikan pendidikan itu lebih berkualitas, dari faktor orang tua, guru, serta lingkungan. Faktor lingkungan memiliki peranan yang sangat besar dalam peningkatan pendidikan bagi siswa.

Sejak dini seharusnya siswa diajarkan kepada nilai-nilai lingkungan dan menjaganya, Kepedulian akan lingkungan harus diajarkan oleh segenap pendidik, entah itu orang tua atau guru
Kemendikbud Siapkan 3.500 Guru untuk Garis Terdepan Indonesia

Kemendikbud Siapkan 3.500 Guru untuk Garis Terdepan Indonesia

Pendidikan adalah milik semua warga baik itu golongan bawah, menengah, maupun atas. Dari yang diperkotaan maupun pedesaan Semua memiliki hak memperolah pendidikan yang layak dan berkualitas.

Salah satu upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan di Indonesia adalah dengan cara mengirimkan sejumlah guru untuk turut berpartisipasi memajukan pendidikan di daerah ter depan di  Indonesia.
Anggaran BOS Sekolah Swasta Diminta Dinaikkan

Anggaran BOS Sekolah Swasta Diminta Dinaikkan

Anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah swasta diminta untuk dinaikkan.
Upaya ini perlu dilakukan mengingat anggaran BOS untuk sekolah swasta biasanya kurang diptimalisasikan bagi siswa kurang mampu.

Peneliti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Abdullah Ubaid mengatakan, pembiayaan BOS sekolah negeri dan swasta tidak bisa disamaratakan. Penyebabnya, anggaran gaji dan sarana serta prasarana di sekolah negeri sudah ditanggung oleh pemerintah.
Program Kemdikbud Untuk Anak Disabilitas

Program Kemdikbud Untuk Anak Disabilitas

Pendidikan adalah milik siapa saja, tidak terkecuali bagi mereka yang berstatus penyandang disabilitas. Disabilitas itu sendiri adalah kata lain dari orang yang berkebutuhan khusus.

Setiap individu memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, maka dari itu hendaknya tidak ada lagi pengelompokan-pengelompokan anatara yang berkebutuhan khusus dan yang non disabilitas, masing-masing dari kita layak memiliki hak pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Wednesday, 2 December 2015
Cara Guru Menghadapi Anak Perilaku Pergaulan Bebas

Cara Guru Menghadapi Anak Perilaku Pergaulan Bebas

Perilaku remaja yang kini sulit dikontrol dapat mengakibatkan berbagai masalah, masalah yang timbul adalah masalah keberanian para remaja melakukan seks bebas diluar nikah. Padahal kita telah mengetahui bahwa resiko yang ditimbulkan oleh pergaulan seks bebas ini sangat tinggi.
Kewibawaan Guru Dalam Dunia Pendidikan

Kewibawaan Guru Dalam Dunia Pendidikan

Kewibawaan Guru Dalam Pendidikan

Pengertian Kewibawaan adalah suatu pengaruh yang diakui kebenaran dan kebesarannya, bukan sesuatu yang memaksa. 

Guru sebagai pendidik harus memiliki kewibawaan, baik dalam pembelajaran di dalam kelas ataupun kegiatan lain di luar kelas. Interaksi atau hubungan pendidikan tersebut, biasanya diwarnai oleh adanya aspek pendidikan yang didasari kewibawaan. Hal ini menunjukkan bahwa ada ikatan hakiki antara pendidikan dan kewibawaan, yakni kewibawaan yang diperlukan oleh pendidik. Kewibawaan mempunyai peranan penting dalam usaha menentukan dan merumuskan tujuan hakiki dan arti pendidikan.
Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan

Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan

Peran Guru dalam Pendidikan

Banyak peran yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru, diantaranya;

1.    Guru sebagai pembimbing

Realitas dimasyarakat menunjukkan bahwa perilaku menyimpang dari anak-anak seperti kebrutalan, kecanduan narkoba, pemurung, apatis dan sebagainya muncul karena dilatarbelakangi oleh kondisi di mana anak tumbuh dalam keluarga yang tidak memberikan kepuasan kasih saying terhadap dirinya. Hal ini menjadi tantangan pendidikan manakala kehidupan di kota besar dipenuhi oleh kesibukan orang tua dengan berbagai aktivitas pekerjaannya.
Rapor Merah Uji Kompetensi Guru

Rapor Merah Uji Kompetensi Guru

Bulan lalu, pemerintah menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi sekira 2,6 juta guru Indonesia. Ujian tersebut diharapkan dapat menjadi tolok ukur peningkatan kompetensi para pendidik di Tanah Air.

Meski bukan pertama kali, pelaksanaan UKG tahun ini tidak bebas masalah. Sebaliknya, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan masih ada beberapa persoalan dalam pelaksanaan UKG di sejumlah daerah. Padahal, pemerintah telah memberikan pedoman pelaksanaan UKG 2015 secara detail dan rinci.
Pendidikan Indonesia Masih Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

Pendidikan Indonesia Masih Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

Memperoleh pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut bahkan sudah tertuang dalam Undang-Undang (UU), di antaranya UU Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons with Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas) dan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sayangnya, pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, hak para penyandang disabilitas untuk masuk ke perguruan tinggi sempat pupus. Pasalnya, pada sublaman Panduan Pendaftaran SNMPTN untuk siswa dipaparkan, pendaftar SNMPTN tidak boleh tunanetra, tidak tunarungu, tidak tunawicara, tidak tunadaksa, dan tidak buta warna keseluruhan maupun sebagian.

Persyaratan itu tercantum di antaranya dalam kolom pilihan program studi Biologi, Fisika dan Ilmu Keolahragaan. Persyaratan yang dikeluarkan Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia itu dinilai sebagai sebuah bentuk diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas.












Pembatasan tersebut kemudian dikecam berbagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Gugatan pertama datang dari pihak korban penyandang disabilitas beserta keluarganya. Adapun salah satu pihak yang lantang melakukan penolakan terhadap persyaratan tersebut adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

FSGI menganggap, pemerintah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan kaum difabel, serta dengan sengaja berlaku diskriminatif. Pemerintah dianggap melukai konsep diri dan harga diri para penyandang disabilitas sebagai anak manusia yang tidak beruntung dan berpotensi menyalahkan nasib, serta takdir yang mereka miliki karena peraturan diskriminatif tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang saat itu dijabat oleh Mohammad Nuh, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, serta Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 didesak untuk segera mencabut persyaratan yang menghalangi difabel menjadi peserta SNMPTN 2014, dan mengumumkannya di media massa.

Tak sampai di situ, puluhan orang dari 10 Organisasi Penyandang Disabilitas menyambangi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna menyerahkan surat somasi kepada Mendikbud. Isi somasi meliputi tuntutan agar Mendikbud menyampaikan permohonan maaf kepada penyandang disabilitas Indonesia.

Selain itu, tuntutan lainnya adalah mengganti para rektor perguruan tinggi yang memperlakukan dan membuat kebijakan diskriminasi bagi penyandang disabilitas.
Sedangkan menanggapi penolakan tersebut, Mohammad Nuh ketika itu menjelaskan bahwa persyaratan yang diberlakukan bukan untuk membatasi penyandang difabel, namun untuk keselamatan mereka sendiri dan layanan yang akan diberikan pada saat nanti setelah lulus.

Sementara beberapa universitas melakukan pengkajian ulang terhadap persyaratan yang menimbulkan kontrovesi tersebut. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akhirnya menghapuskan persyaratan tentang disabilitas. Termasuk Universitas Dipenogoro (Undip) yang saat itu mengklaim tidak membedakan calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Sebab, Undip mengizinkan penderita tunadaksa mendaftar ke semua program studi yang tersedia.

Sumber: okezone

Tuesday, 1 December 2015
Macam-macam Karakteristik Guru di Sekolah

Macam-macam Karakteristik Guru di Sekolah

Pada masa sekolah dulu, kita pasti menemukan guru yang berlatar belakang dan berkarakter berbeda-beda. Ada guru yang disukai ada juga guru yang tidak disukai, guru yang disukai biasanya banyak di eluk-elukkan oleh para murid, bahkan terlalu di sukainya guru tersebut menjadi seolah-olah teman bermain para murid.
UKG Berakhir, Banyak Masalah Ditemukan

UKG Berakhir, Banyak Masalah Ditemukan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap ada pelaksanaan kegiatan pasti ada masalah yang menyertainya, begitu pula dengan pelaksanaan UKG yang telah selesai baru-baru ini.

Uji Kompetensi Guru (UKG) sudah berakhir sejak 27 November lalu. Berkaitan pelaksanaan ini, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Sekjen FSGI), Retno Listyarti mengaku menemukan beberapa masalah di 29 kota/kabupaten di 10 provinsi selama pelaksanaan UKG berlangsung.
Monday, 30 November 2015
Tidak Ada Pengunduran Jadawal UN Di Daerah Ini

Tidak Ada Pengunduran Jadawal UN Di Daerah Ini

Bencana asap yang melanda di beberapa provinsi beberapa waktu lalu ternyata tidak mengubah jadwal pelaksanaan UN di daerah tersebut.

Tujuh dari sembilan provinsi terdampak bencana asap hadir dalam konferensi video persiapan UN 2016 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 
Bapak Ibu Guru, UKG Susulan Pertengahan Desember

Bapak Ibu Guru, UKG Susulan Pertengahan Desember

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat ada sebanyak 155 ribu guru tidak bisa mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Pemerintah pun menyiapkan UKG susulan pertengahan Desember ini.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Sumarna Surapranata menyebutkan, jumlah total guru sasaran peserta UKG adalah 2.587.253 orang. Hasil akhir setelah UKG ditutup 27 November lalu, tercatat pesertanya mencapai 2.430.977 orang. ’’Sehingga ada 155 ribu lebih guru belum mengikuti UKG,’’ kata dia kemarin.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan beragam alasan guru tidak bisa mengikuti UKG utama pada 9 – 27 November itu. Seperti ada guru yang sedang mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), pendidikan dan latihan (diklat), dinas ke luar negeri, dan sakit.


Selain itu, ada guru yang tidak cocok atau salah mata pelajarannya. Pranata menuturkan acuan Kemendikbud dalam UKG adalah, mata pelajaran yang diujikan mengikuti hasil sertifikasi guru. Jadi misalnya di sertifikasi tertulis guru matematika, maka UKG-nya juga matematika.

’’Kalau ada yang tidak cocok, diberikan kesempatan untuk ikut UKG susulan,’’ kata dia. Pejabat yang gemar kuliner Sunda itu menuturkan ketidakcocokan mata pelajaran yang disebabkan kesalahan panitia UKG bisa diulang.

Terkait dengan nilai UKG, Pranata masih bungkam. ’’Nanti setelah semuanya selesai,’’ kata dia. Pranata tidak mau berkomentar apakah banyak guru yang mendapatkan nilai di atas angka standar 55 atau sebaliknya. Yang pasti Pranata menegaskan tidak berlaku sistem lulus dan tidak lulus di UKG ini.

Jadi meskipun ada guru yang mendapatkan nilai di bawah standar 55, tidak lantas divonis tidak lulus. Kemendikbud, kata Pranata, menjadikan nilai guru ini sebagai acuan pelatihan peningkatan kualitas.
’’Nanti kita akan kelompokkan guru berdasarkan nilainya. Sehingga pelatihannya bisa pas sesuai kondisi guru,’’ jelas dia.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menaruh perhatian terhadap nilai hasil UKG. Dia berharap Kemendikbud tidak menjadikan nilai guru nanti sebagai bahan mengolok-olok guru.

’’Selama ini belum ada pelatihan guru oleh Kemendikbud secara baik. Jadi jangan salahkan guru jika ada yang kesulitan di UKG,’’ tuturnya.

Baca Juga 155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

Sulistyo memberikan evaluasi bahwa sebagian guru tetap merasa gugup dalam menjalankan UKG. Diantara penyebabnya adalah sosialisasi yang kurang, sehingga guru beranggapan jika mendapat nilai di bawah 55 maka tidak lulus UKG. Selain itu nilai UKG juga sempat dikaitkan dengan pemberian tunjangan profesi guru (TPG).  

Sumber; jpnn


5 Bulan Tunjangan Sertifikasi Tidak Cair, Guru Ancam Golput

5 Bulan Tunjangan Sertifikasi Tidak Cair, Guru Ancam Golput

Sekitar 600 guru di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi mengancam tidak menggunakan hak suaranya alias golput pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015. Ini karena uang tunjangan sertifikasi selama 5 bulan terakhir belum dibayar pemerintah setempat.

"Jika hingga 8 Desember nanti tunjangan sertifikasi tak juga dibayar, kami sepakat tidak menggunakan hak suara," ujar salah seorang guru di Kota Bangko, Ibu Kota Kabupaten Merangin yang meminta namanya tidak ditulis.
Sunday, 29 November 2015
155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

Jadwal Uji Kompetensi Guru (UKG) telah berakhir pada 27 November lalu. Dari pelaksanaan yang dilakukan serentak, ternyata sebanyak 155.626 guru belum mengikuti UKG.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata menjelaskan, sebanyak 155.626 atau enam persen dari 2.587.253 guru belum bisa mengikuti UKG beberapa waktu lalu.
 Menpan-RB Siapkan Surat Pemecatan PNS Tidak Netral

Menpan-RB Siapkan Surat Pemecatan PNS Tidak Netral

Jika terbukti bersalah maka sanksinya sudah bukan teguran atau adminitrasi saja, tapi pemberhentian dengan tidak hormat," 

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015 ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengaku sudah menyiapkan surat pemecatan jika terbukti ada pegawai negeri sipil yang bersikap tidak netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015.
Kisah Inspiratif Dari Guru Tanpa Kedua Tangan

Kisah Inspiratif Dari Guru Tanpa Kedua Tangan

Namanya Untung, lahir tanpa kedua tangan. Usianya kini 45 tahun. Seperti guru pada umumnya, Untung memiliki banyak kegiatan mengajar. Kini, Untung bertugas di sebuah sekolah. Madrasah Miftahul Ulum, di Desa Batang-batang Laok, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pendidikan Seks Harus Dimulai Sejak Dini

Pendidikan Seks Harus Dimulai Sejak Dini

Kekerasan seksual yang akhir-akhir ini marak diberitakan di telivisi membuat para orang tua menjadi was-was akan kejadian tersebut. Takutnya hal tersebut terjadi kepada anaknya. 

Untuk menghadapi hal semacam itu perlu adanya upaya pendidikan yang khusu kepada anak-anak. Pendidikan khusu tersebut adalah pendidikan seks. 
Friday, 27 November 2015
Menumpuk di Perkotaan, Dedikasi Guru Dipertanyakan

Menumpuk di Perkotaan, Dedikasi Guru Dipertanyakan

Sebaran guru di Provinsi Sulawesi Tenggara sampai saat ini masih belum merata dan terkesan masih menumpuk di wilayah perkotaan.

"Belum meratanya sebaran guru tersebut membuat sejumlah sekolah di pedesaan kekurangan guru, sedangkan sekolah di wilayah perkotaan justru kelebihan guru," kata Kadis Pendidikan dan kebudayaan Sultra, H Damsid di Kendari.
Menjamurnya Kursus Bahasa Inggris Cuci Otak Generasi Muda

Menjamurnya Kursus Bahasa Inggris Cuci Otak Generasi Muda

Bahasa inggris adalah bahasa dunia, dan itulah yang terjadi saat ini. Belajar bahasa inggris memang penting. Dalam interaksi internasional bahasa yang umum dipakai adalah bahasa inggris, namun walau demikian bukan berarti kecintaan baha negeri sendiri harus pudar.
Thursday, 26 November 2015
 Honeywell  Membuka Pendaftaran Program Simulasi Astronot untuk Guru-guru Indonesia. Tertarik?

Honeywell Membuka Pendaftaran Program Simulasi Astronot untuk Guru-guru Indonesia. Tertarik?

Program beasiswa tahunan Honeywell memberikan teknik pengajaran yang efektif yang dirancang untuk menarik minat siswa di bidang sains dan matematika

JAKARTA,.Para guru matematika dan sains dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, diundang untuk mendaftar program Honeywell Educators @ Space Academy (HESA) 2016, sebuah program pelatihan simulasi astronot dan pengembangan tenaga profesional dari Honeywell (NYSE: HON) yang dilangsungkan di  U.S. Space & Rocket Center di Huntsville, Alabama.
Metode Pendidikan Anak Usia Dini Harus Diperbarui

Metode Pendidikan Anak Usia Dini Harus Diperbarui

Proses pendidikan dimulai sejak dini, kualitas pendidikan di masa yang akan datang ditentukan oleh pendidikan di masa kanak-kanak. jika pendidikan di masa kanak-kanak berkualitas, ini akan dapat berpengaruh di masa yang akan datang.
Pendidikan pada anak usia dini sangatlah penting Sebab, di usia tersebut merupakan masa keemasan anak yang sangat krusial dan membutuhkan pelajaran maksimal. Sayangnya, pendidikan anak usia dini di Indonesia kebanyakan masih tradisional. Untuk itu, diperlukan metode yang terkini demi memaksimalkan potensi di masa keemasan seorang anak.
FHK21: Kami Tidak Mendapatkan Hak Apa-apa

FHK21: Kami Tidak Mendapatkan Hak Apa-apa

Bagaimana pemerintah memperlakukan guru honorer?
Sampai saat ini, belum ada perubahan dari pemerintah untuk memperlakukan guru honorer. Mestinya, pemerintah memberikan kelayakan untuk guru honorer. Apalagi, dalam memperlakukan guru honorer nonkategori, pemerintah terbilang lebih parah karena tidak ada payung hukum yang bisa mengangkat mereka menjadi CPNS.
FHK21: Pengabdian Kami Diabaikan

FHK21: Pengabdian Kami Diabaikan

Seperti apa perjuangan guru honorer kategori dua untuk diangkat menjadi PNS?
Saya sendiri kan guru ya, jadi saya tahu persis perjuangan yang di lapangan itu seperti apa. Kita sudah benar-benar mengabdi paling sebentar itu 11 tahun. Namun, sampai saat ini perjuangan kami atau pengabdian kami diabaikan oleh pemerintah. Tak hanya itu, sampai hari ini tenaga honorer yang mengabdi di instansi negeri belum ada yang disertifikasi dengan alasan akan diangkat sebagai CPNS. Berbeda dengan mereka yang berada di Kemenag dan di swasta. Bahkan, di PAUD atau TK itu sudah menerima sertifikasi. Kok kita yang sudah puluhan tahun mengabdi belum mendapatkannya, bedanya kita itu apa?
Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved