Friday, 11 December 2015

109.435 Guru Akan Hadiri HUT PGRI

Meski sudah ada surat edaran, hal demikian tidak menyurutkan minat para guru untuk menghadiri HUT guru yang akan dilaksanakan pada 13 Desember mendatang. Antusiasme guru yang akan menghadiri perayaan yang akan di gelar di GBK cukup besar, sekitar 100 ribu lebih guru akan menghadiri puncak acaranya.


Hal ini sebagaiman di ketahui dari ketua umum PGRI. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo mengatakan 109.435 guru akan hadir dalam hari ulang tahun (HUT) ke-70 PGRI  pada Minggu (13/12). Menurutnya, target awal sebanyak 70.000 guru yang hadir untuk acara tersebut, namun animonya ternyata tinggi sehingga banyak guru mendaftar.

"Tadi malam sudah laporan seluruh provinsi, yang hadir 109.435 orang. Banyak juga yang merestui, saya kira gubernur dan kepala dinas tampaknya lebih dewasa dalam menyikapi kegiatan ini," kata Sulistiyo di kantor PGRI, Jakarta.

Pernyataan Sulistiyo itu merujuk kepada surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Yuddy Chrisnandi yang berisi imbauan agar tidak menghadiri acara HUT PGRI akhir pekan ini. Edaran itu diperkuat lewat pernyataan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang meminta organisasi guru menjaga diri agar tidak memanfaatkan atau mengorganisir guru untuk kepentingan politik.

"Memang ada yang ketakutan dikira mau demo. Ada yang menyebut penyelenggaraannya memotong gaji guru. Kami tidak potong serupiah pun. Penyelenggaraan itu kami biayai dari dukungan BUMN dan swasta," kata Sulistiyo.

Sulistiyo mengatakan Presiden Joko Widodo juga akan hadir dalam acara tersebut. PGRI, tambahnya, juga mengundang seluruh menteri termasuk Menpan dan Mendikbud.

"Saya baru dapat SMS dari ajudan (Presiden Jokowi), insya Allah hadir, sehingga saya memaknai presiden akan hadir," ujarnya.

Sulistiyo mengaku yakin Presiden Jokowi memahami betul PGRI karena organisasi itu lahir di Solo pada 25 November 1945 sebagai organisasi yang mampu menyatukan guru yang terpecah belah.

"Acaranya rencananya biasa-biasa saja. Usulan-usulan seperti biasanya persoalan guru honorer, dan lainnya," ucapnya.

Sumber: beritasatu

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved