Thursday, 3 December 2015

Contoh Tata Tertib (tatib)) Di Kelas

Tata tertib adalah sekumpulan atau seperangkat peraturan yang harus ditaati oleh siapapun dan biasanya jika siapa yang melanggar tata tertib tersebut akan mendapatkan sanksi dari orang yang memiliki wewenang untuk memberikan sanksi.


Tata tertib sangat penting karena dengan tata tertib maka ada patokan tindakan-tindakan atau perilaku yang tidak boleh di lakukan dan harus di jauhi.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari aturan-aturan baik aturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah maupun aturan normatif dan larangan-larangan yang telah ditetapkan oleh agama.


Dalam lingkup yang lebih kecil, khususnya di sekolahan, Sekolah mempunyai aturan dan tata tertib untuk ditaati dan dipatuhi oleh semua warga sekolah. Ada tata tertib khusus untuk guru, pegawai administrasi dan tata tertib untuk siswa. Pembinaan tata tertib ini dilakukan oleh pimpinan sekolah.

Ada pula tata tertib yang khusus berlaku di lingkup kelas. Tata tertib ini harus mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku di sekolah. Pembinaan dilakukan oleh guru atau wali kelas masing-masing. Tata tertib ini harus dipatuhi dan diikuti oleh semua siswa yang ada di kelas bersangkutan.




Berikut ini contoh tata tertib di kelas: 

1. Siswa hadir di kelas tepat pada waktunya.
2. Piket kelas hadir lebih awal.
3. Siswa harus berpakaian seragam sesuai ketentuan pakaian seragam di sekolah.
4. Siswa harus bersikap sopan santun dan saling menghargai.
5. Siswa tetap belajar di ruang kelas walaupun guru mata pelajaran berhalangan hadir.
6. Siswa harus menjaga ketertiban, keindahan,kenyamanan, dan keamanan (K3) kelas.
7. Siswa dilarang membawa senjata tajam kecuali peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran.
8. Siswa dilarang membawa dan menggunakan handphone ke dalam kelas.

Butir-butir peraturan kelas itu dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kelas di sekolah masing-masing.

Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan biasanya memiliki tahapan yang berbeda-beda, mulai sanksi yang ringan, misalnya siswa di suruh menulis buku sebanyak 5 lembar. Sanksi yang sedang, misalnya siswa di skors tidak boleh mengikuti pelajaran dalam waktu yang tidak lama. Dan sanksi yang berat, misalnya siswa diberhentikan dari sekolah.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved