Recent Post

Saturday, 5 December 2015
Kemenag Sertifikasi Guru Madrasah

Kemenag Sertifikasi Guru Madrasah

Kementerian Agama baru menyertifikasi 565.392 guru atau 50 persen lebih dari total guru Pendidikan Agama Islam dan guru madrasah sebanyak 1.100.238 orang.

"Selama pelaksanaan sertifikasi yang berlangsung sejak 2006, terdapat 50 persen lebih guru yang bernaung di bawah Kementerian Agama belum tersertifikasi," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai Gelar Expose Sembilan Tahun Penyelenggaraan Sertifikasi Guru di Jakarta.
Kemenag Evaluasi Hasil Sertifikasi Guru Agama

Kemenag Evaluasi Hasil Sertifikasi Guru Agama

Dalam menetukan kelayakan guru Agama, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan Ekspose Sertifikasi Guru guna memantau hasil pelaksanaan sertifikasi guru sejak 2006 lalu.

"Pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan melalui berbagai program. Baik melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari madrasah," ujar Lukman dalam sambutannya di pembukaan acara ekspose sertifikasi guru
Guru Adalah Kunci Keberhasilan Pendidikan

Guru Adalah Kunci Keberhasilan Pendidikan

Peran guru adalah mendidik dan transfer ilmu pengetahuan. Dalam dunia pendidikan, guru ada faktor yang sangat penting dalam kemajuan dan keberhasilan suatu pendidikan. 

Hal ini sebagai mana disampaikan dalam kegiatan ekspose sertifikasi guru yang diadakan oleh Kementrian Agama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan acara ini diadakan karena guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan.
Pendidikan Adalah Interaksi Kasih Sayang Guru dan Murid

Pendidikan Adalah Interaksi Kasih Sayang Guru dan Murid

Pada hakikatnya, pendidikan adalah sebuah komunikasi kasih sayang yang berlangsung didalamnya. interaksi proses pendidikan merupakan interaksi jalinan kasih sayang antara siswa dan guru. selain itu, interaksi kasih sayang dalam proses belajar mengajar adalah hal yang sangat penting, transfer ilmu akan menjadi lebih mudah di pahami oleh siswa manakala segalanya dilandaskan dengan rasa kasih sayang.
Friday, 4 December 2015
Penilaian dan Pembelajaran Adalah Satu-Kesatuan

Penilaian dan Pembelajaran Adalah Satu-Kesatuan

Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan adalah penilaian, penilaian di sini mencangkup penilaian yang lebih luas, bukan hanya sekedar menilai dengan angka-angka akan tetapi juga penilaian yang tidak tertulis, missal perilaku siswa bagaiman, keaktifan siswa seperti apa.
Thursday, 3 December 2015
Mendikbud: Pendidikan Harus Ajarkan Peduli Lingkungan

Mendikbud: Pendidikan Harus Ajarkan Peduli Lingkungan

Banyak faktor yang menjadikan pendidikan itu lebih berkualitas, dari faktor orang tua, guru, serta lingkungan. Faktor lingkungan memiliki peranan yang sangat besar dalam peningkatan pendidikan bagi siswa.

Sejak dini seharusnya siswa diajarkan kepada nilai-nilai lingkungan dan menjaganya, Kepedulian akan lingkungan harus diajarkan oleh segenap pendidik, entah itu orang tua atau guru
Kemendikbud Siapkan 3.500 Guru untuk Garis Terdepan Indonesia

Kemendikbud Siapkan 3.500 Guru untuk Garis Terdepan Indonesia

Pendidikan adalah milik semua warga baik itu golongan bawah, menengah, maupun atas. Dari yang diperkotaan maupun pedesaan Semua memiliki hak memperolah pendidikan yang layak dan berkualitas.

Salah satu upaya pemerintah dalam pemerataan pendidikan di Indonesia adalah dengan cara mengirimkan sejumlah guru untuk turut berpartisipasi memajukan pendidikan di daerah ter depan di  Indonesia.
Anggaran BOS Sekolah Swasta Diminta Dinaikkan

Anggaran BOS Sekolah Swasta Diminta Dinaikkan

Anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah swasta diminta untuk dinaikkan.
Upaya ini perlu dilakukan mengingat anggaran BOS untuk sekolah swasta biasanya kurang diptimalisasikan bagi siswa kurang mampu.

Peneliti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Abdullah Ubaid mengatakan, pembiayaan BOS sekolah negeri dan swasta tidak bisa disamaratakan. Penyebabnya, anggaran gaji dan sarana serta prasarana di sekolah negeri sudah ditanggung oleh pemerintah.
Program Kemdikbud Untuk Anak Disabilitas

Program Kemdikbud Untuk Anak Disabilitas

Pendidikan adalah milik siapa saja, tidak terkecuali bagi mereka yang berstatus penyandang disabilitas. Disabilitas itu sendiri adalah kata lain dari orang yang berkebutuhan khusus.

Setiap individu memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, maka dari itu hendaknya tidak ada lagi pengelompokan-pengelompokan anatara yang berkebutuhan khusus dan yang non disabilitas, masing-masing dari kita layak memiliki hak pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Wednesday, 2 December 2015
Cara Guru Menghadapi Anak Perilaku Pergaulan Bebas

Cara Guru Menghadapi Anak Perilaku Pergaulan Bebas

Perilaku remaja yang kini sulit dikontrol dapat mengakibatkan berbagai masalah, masalah yang timbul adalah masalah keberanian para remaja melakukan seks bebas diluar nikah. Padahal kita telah mengetahui bahwa resiko yang ditimbulkan oleh pergaulan seks bebas ini sangat tinggi.
Kewibawaan Guru Dalam Dunia Pendidikan

Kewibawaan Guru Dalam Dunia Pendidikan

Kewibawaan Guru Dalam Pendidikan

Pengertian Kewibawaan adalah suatu pengaruh yang diakui kebenaran dan kebesarannya, bukan sesuatu yang memaksa. 

Guru sebagai pendidik harus memiliki kewibawaan, baik dalam pembelajaran di dalam kelas ataupun kegiatan lain di luar kelas. Interaksi atau hubungan pendidikan tersebut, biasanya diwarnai oleh adanya aspek pendidikan yang didasari kewibawaan. Hal ini menunjukkan bahwa ada ikatan hakiki antara pendidikan dan kewibawaan, yakni kewibawaan yang diperlukan oleh pendidik. Kewibawaan mempunyai peranan penting dalam usaha menentukan dan merumuskan tujuan hakiki dan arti pendidikan.
Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan

Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan

Peran Guru dalam Pendidikan

Banyak peran yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru, diantaranya;

1.    Guru sebagai pembimbing

Realitas dimasyarakat menunjukkan bahwa perilaku menyimpang dari anak-anak seperti kebrutalan, kecanduan narkoba, pemurung, apatis dan sebagainya muncul karena dilatarbelakangi oleh kondisi di mana anak tumbuh dalam keluarga yang tidak memberikan kepuasan kasih saying terhadap dirinya. Hal ini menjadi tantangan pendidikan manakala kehidupan di kota besar dipenuhi oleh kesibukan orang tua dengan berbagai aktivitas pekerjaannya.
Rapor Merah Uji Kompetensi Guru

Rapor Merah Uji Kompetensi Guru

Bulan lalu, pemerintah menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi sekira 2,6 juta guru Indonesia. Ujian tersebut diharapkan dapat menjadi tolok ukur peningkatan kompetensi para pendidik di Tanah Air.

Meski bukan pertama kali, pelaksanaan UKG tahun ini tidak bebas masalah. Sebaliknya, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan masih ada beberapa persoalan dalam pelaksanaan UKG di sejumlah daerah. Padahal, pemerintah telah memberikan pedoman pelaksanaan UKG 2015 secara detail dan rinci.
Pendidikan Indonesia Masih Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

Pendidikan Indonesia Masih Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas

Memperoleh pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut bahkan sudah tertuang dalam Undang-Undang (UU), di antaranya UU Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons with Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas) dan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sayangnya, pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, hak para penyandang disabilitas untuk masuk ke perguruan tinggi sempat pupus. Pasalnya, pada sublaman Panduan Pendaftaran SNMPTN untuk siswa dipaparkan, pendaftar SNMPTN tidak boleh tunanetra, tidak tunarungu, tidak tunawicara, tidak tunadaksa, dan tidak buta warna keseluruhan maupun sebagian.

Persyaratan itu tercantum di antaranya dalam kolom pilihan program studi Biologi, Fisika dan Ilmu Keolahragaan. Persyaratan yang dikeluarkan Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia itu dinilai sebagai sebuah bentuk diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas.












Pembatasan tersebut kemudian dikecam berbagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Gugatan pertama datang dari pihak korban penyandang disabilitas beserta keluarganya. Adapun salah satu pihak yang lantang melakukan penolakan terhadap persyaratan tersebut adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

FSGI menganggap, pemerintah tidak mampu mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan kaum difabel, serta dengan sengaja berlaku diskriminatif. Pemerintah dianggap melukai konsep diri dan harga diri para penyandang disabilitas sebagai anak manusia yang tidak beruntung dan berpotensi menyalahkan nasib, serta takdir yang mereka miliki karena peraturan diskriminatif tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang saat itu dijabat oleh Mohammad Nuh, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, serta Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 didesak untuk segera mencabut persyaratan yang menghalangi difabel menjadi peserta SNMPTN 2014, dan mengumumkannya di media massa.

Tak sampai di situ, puluhan orang dari 10 Organisasi Penyandang Disabilitas menyambangi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna menyerahkan surat somasi kepada Mendikbud. Isi somasi meliputi tuntutan agar Mendikbud menyampaikan permohonan maaf kepada penyandang disabilitas Indonesia.

Selain itu, tuntutan lainnya adalah mengganti para rektor perguruan tinggi yang memperlakukan dan membuat kebijakan diskriminasi bagi penyandang disabilitas.
Sedangkan menanggapi penolakan tersebut, Mohammad Nuh ketika itu menjelaskan bahwa persyaratan yang diberlakukan bukan untuk membatasi penyandang difabel, namun untuk keselamatan mereka sendiri dan layanan yang akan diberikan pada saat nanti setelah lulus.

Sementara beberapa universitas melakukan pengkajian ulang terhadap persyaratan yang menimbulkan kontrovesi tersebut. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akhirnya menghapuskan persyaratan tentang disabilitas. Termasuk Universitas Dipenogoro (Undip) yang saat itu mengklaim tidak membedakan calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Sebab, Undip mengizinkan penderita tunadaksa mendaftar ke semua program studi yang tersedia.

Sumber: okezone

Tuesday, 1 December 2015
Macam-macam Karakteristik Guru di Sekolah

Macam-macam Karakteristik Guru di Sekolah

Pada masa sekolah dulu, kita pasti menemukan guru yang berlatar belakang dan berkarakter berbeda-beda. Ada guru yang disukai ada juga guru yang tidak disukai, guru yang disukai biasanya banyak di eluk-elukkan oleh para murid, bahkan terlalu di sukainya guru tersebut menjadi seolah-olah teman bermain para murid.
UKG Berakhir, Banyak Masalah Ditemukan

UKG Berakhir, Banyak Masalah Ditemukan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap ada pelaksanaan kegiatan pasti ada masalah yang menyertainya, begitu pula dengan pelaksanaan UKG yang telah selesai baru-baru ini.

Uji Kompetensi Guru (UKG) sudah berakhir sejak 27 November lalu. Berkaitan pelaksanaan ini, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Sekjen FSGI), Retno Listyarti mengaku menemukan beberapa masalah di 29 kota/kabupaten di 10 provinsi selama pelaksanaan UKG berlangsung.
Monday, 30 November 2015
Tidak Ada Pengunduran Jadawal UN Di Daerah Ini

Tidak Ada Pengunduran Jadawal UN Di Daerah Ini

Bencana asap yang melanda di beberapa provinsi beberapa waktu lalu ternyata tidak mengubah jadwal pelaksanaan UN di daerah tersebut.

Tujuh dari sembilan provinsi terdampak bencana asap hadir dalam konferensi video persiapan UN 2016 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 
Bapak Ibu Guru, UKG Susulan Pertengahan Desember

Bapak Ibu Guru, UKG Susulan Pertengahan Desember

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat ada sebanyak 155 ribu guru tidak bisa mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Pemerintah pun menyiapkan UKG susulan pertengahan Desember ini.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Sumarna Surapranata menyebutkan, jumlah total guru sasaran peserta UKG adalah 2.587.253 orang. Hasil akhir setelah UKG ditutup 27 November lalu, tercatat pesertanya mencapai 2.430.977 orang. ’’Sehingga ada 155 ribu lebih guru belum mengikuti UKG,’’ kata dia kemarin.

Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan beragam alasan guru tidak bisa mengikuti UKG utama pada 9 – 27 November itu. Seperti ada guru yang sedang mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), pendidikan dan latihan (diklat), dinas ke luar negeri, dan sakit.


Selain itu, ada guru yang tidak cocok atau salah mata pelajarannya. Pranata menuturkan acuan Kemendikbud dalam UKG adalah, mata pelajaran yang diujikan mengikuti hasil sertifikasi guru. Jadi misalnya di sertifikasi tertulis guru matematika, maka UKG-nya juga matematika.

’’Kalau ada yang tidak cocok, diberikan kesempatan untuk ikut UKG susulan,’’ kata dia. Pejabat yang gemar kuliner Sunda itu menuturkan ketidakcocokan mata pelajaran yang disebabkan kesalahan panitia UKG bisa diulang.

Terkait dengan nilai UKG, Pranata masih bungkam. ’’Nanti setelah semuanya selesai,’’ kata dia. Pranata tidak mau berkomentar apakah banyak guru yang mendapatkan nilai di atas angka standar 55 atau sebaliknya. Yang pasti Pranata menegaskan tidak berlaku sistem lulus dan tidak lulus di UKG ini.

Jadi meskipun ada guru yang mendapatkan nilai di bawah standar 55, tidak lantas divonis tidak lulus. Kemendikbud, kata Pranata, menjadikan nilai guru ini sebagai acuan pelatihan peningkatan kualitas.
’’Nanti kita akan kelompokkan guru berdasarkan nilainya. Sehingga pelatihannya bisa pas sesuai kondisi guru,’’ jelas dia.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menaruh perhatian terhadap nilai hasil UKG. Dia berharap Kemendikbud tidak menjadikan nilai guru nanti sebagai bahan mengolok-olok guru.

’’Selama ini belum ada pelatihan guru oleh Kemendikbud secara baik. Jadi jangan salahkan guru jika ada yang kesulitan di UKG,’’ tuturnya.

Baca Juga 155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

Sulistyo memberikan evaluasi bahwa sebagian guru tetap merasa gugup dalam menjalankan UKG. Diantara penyebabnya adalah sosialisasi yang kurang, sehingga guru beranggapan jika mendapat nilai di bawah 55 maka tidak lulus UKG. Selain itu nilai UKG juga sempat dikaitkan dengan pemberian tunjangan profesi guru (TPG).  

Sumber; jpnn


5 Bulan Tunjangan Sertifikasi Tidak Cair, Guru Ancam Golput

5 Bulan Tunjangan Sertifikasi Tidak Cair, Guru Ancam Golput

Sekitar 600 guru di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi mengancam tidak menggunakan hak suaranya alias golput pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015. Ini karena uang tunjangan sertifikasi selama 5 bulan terakhir belum dibayar pemerintah setempat.

"Jika hingga 8 Desember nanti tunjangan sertifikasi tak juga dibayar, kami sepakat tidak menggunakan hak suara," ujar salah seorang guru di Kota Bangko, Ibu Kota Kabupaten Merangin yang meminta namanya tidak ditulis.
Sunday, 29 November 2015
155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

155 Ribu Guru Belum Ikut UKG Tahun 2015

Jadwal Uji Kompetensi Guru (UKG) telah berakhir pada 27 November lalu. Dari pelaksanaan yang dilakukan serentak, ternyata sebanyak 155.626 guru belum mengikuti UKG.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata menjelaskan, sebanyak 155.626 atau enam persen dari 2.587.253 guru belum bisa mengikuti UKG beberapa waktu lalu.
 Menpan-RB Siapkan Surat Pemecatan PNS Tidak Netral

Menpan-RB Siapkan Surat Pemecatan PNS Tidak Netral

Jika terbukti bersalah maka sanksinya sudah bukan teguran atau adminitrasi saja, tapi pemberhentian dengan tidak hormat," 

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015 ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengaku sudah menyiapkan surat pemecatan jika terbukti ada pegawai negeri sipil yang bersikap tidak netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015.
Kisah Inspiratif Dari Guru Tanpa Kedua Tangan

Kisah Inspiratif Dari Guru Tanpa Kedua Tangan

Namanya Untung, lahir tanpa kedua tangan. Usianya kini 45 tahun. Seperti guru pada umumnya, Untung memiliki banyak kegiatan mengajar. Kini, Untung bertugas di sebuah sekolah. Madrasah Miftahul Ulum, di Desa Batang-batang Laok, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pendidikan Seks Harus Dimulai Sejak Dini

Pendidikan Seks Harus Dimulai Sejak Dini

Kekerasan seksual yang akhir-akhir ini marak diberitakan di telivisi membuat para orang tua menjadi was-was akan kejadian tersebut. Takutnya hal tersebut terjadi kepada anaknya. 

Untuk menghadapi hal semacam itu perlu adanya upaya pendidikan yang khusu kepada anak-anak. Pendidikan khusu tersebut adalah pendidikan seks. 
Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved