Monday, 23 November 2015

Mendikbud Anies : Guru Abad 20 Harus Mampu Didik Anak Abad 21

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Memdikbud) Anies Baswedan mengatakan, guru saat ini berhadapan dengan situasi yang unik. Sebab harus mendidik anak-anak abad 21. Sedangkan guru merupakan generasi abad ke-20 sehingga perlu strategi untuk mengubah kebiasan lama guru agar dapat mendidik anak abad 21.


Anies menyebutkan, salah satu cara pemerintah mempersiapkan guru mendidik anak abad 21 dengan mengadakan simposium nasional guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang merupakan tempat temu guru berperstasi dari seluruh tanah air untuk berbagi pengelaman dalam mendidik anak abad ke-21. Sebab pada simposium ada banyak karya-karya terobosan dalam mendidik anak yang dipresentasikan oleh guru sebagai wadah interaksi untuk mengubah kebiasan mengajar abad 20 karena anak abad 21 tidak dapat secara seragam layaknya abad sebelum.

"Sebelumnya anak dapat didik secara seragam, namun sekarang tidak dapat dilakukan lagi, maka ke depannya guru harus terus belajar bukan hanya sekadar mengajar sehingga dapat mendidik anak-anak abad 21," kata Anies pada Simposium Nasional Guru dan Tenaga Kependidikan 2015 (GTK) di Istora, Glora Bung Karno, Jakarta, Senin (23/11).




Anies menambahkan dalam mengubah sebuah kebiasaan lama membutuhkan waktu karena sama halnya ketika terbiasa menulis tangan kanan, tiba- tiba harus mengubah mengunakan tangan kiri. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat menyulitkan apalagi keadaan sekolah masih berada pada abad ke-19.

Uji Kompetensi Guru

Selain simposium untuk mengubah guru abad 20, Pendiri Indonesia Mengajar ini menuturkan, pemerintah saat ini sedang melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang merupakan salah satu cara untuk dapat mengubah sesuatu kebiasaan secara mendasar baik pada uji personal maupun pedagogi. Sedangkan, pelaksanan UKG tujuannya untuk memperoleh gambaran kondisi guru saat ini secara mendasar, agar pemerintah dapat memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami guru.

"Setiap guru akan mendapat latihan berbeda-beda agar kita dapat memperoleh pemetaan tentang kompetensi guru saat ini," ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebutkan, UKG merupakan kesempatan untuk kembali melihat bagian mana yang harus dikembangkan lebih jauh sesuai dengan hasil yang didapatkan guru. Sebab hasil UKG akan digunakan sebagai cara untuk meningkatkan guru menjadi lebih baik dan mengetahui di mana letak kekurangan serta UKG dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kompentensi guru.

"Adanya UKG kami dapat mendengarkan apa yang dirasakan guru selama ini," ucapnya.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved