Back To Top

Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Usha

Selamat Datang Di Dunia Kampus
Secara umum factor-faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai meskipun telah dilakukan studi dan perhitungan secara benar dan sempurna adalah sebagai berikut;


a.       Data dan informasi tidak lengkap

Pada saat melakukan perencanaan data dan informasi yang disajikan kurang lengkap sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada. Oelh karena itu, sebelum usaha dijalankan, sebaiknya kumpulkan data dan informasi selengkap mungkin, melalui berbagai seumber yang dapat dipercaya kebenaran data.

b.      Salah perhitungan

Kegagalan dapat pula terjadi karena salah dalam melakukan perhitungan. Misalnya, rumus atau cara menghitung yang digunakan salah sehingga hasil yang dikeluarkan tidak akurat. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan tenaga ahli yang andal dibidangnya.


c.       Pelaksanaan pekerjaan salah

Para pelaksana usaha (manajemen) di lapangan sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan menjalankan usaha tersebut. Jika para pelaksana di lapangan tidak mengerjakan usaha secara benar atau tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, kemungkinan usaha tersebut gagal sangat besar.

d.      Kondisi lingkungan

Kegagalan lainnya disebabkan oleh adanya unsure-unsur yang tidak dapat kita kendalikan. Artinya pada saat melakukan penelitian dan pengukuran semuanya sudah selesai dengan tepat dan benar, namun dalam perjalanannya terjadi perubahan lingkungan. Perubahan tersebut misalnya perubahan ekonomi, politik, hukum, social dan perubahan perilaku masyarakat atau karena bencana alam.


e.       Unsur sengaja

Kegagalan yang sangat fatal disebabkan oleh adanya factor kesengajaan untuk berbuat kesalahan. Artinya, karyawan sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dengan berbagai sebab[1].


Baca Juga ; Faktor-faktor Penyebab Kesuksesan Dalam Usaha



[1] Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2013), Hlm. 59


Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google