Tuesday, 20 October 2015

Kenakalan Pada Remaja



Kenakalan Remaja

Kemajuan zaman yang tidak dapat dibendung bukan saja menimbulkan dampak positif, namun menimbulkan pula dampak negatif. Kemajuan teknologi komunikasi menjadikan informasi sulit untuk dibendung, terutam informasi  internet yang dapat diakses melalui gedget yang dapat merusak perilaku remaja saat ini. Kasus-kasus kenakalan remaja tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja namun juga di kota-kota kecil.

Salah satu masalah sosial yang ada di indonesia adalah kenakalan remaja. Selain itu, kenakalan remaja merupakan perilaku sosial yang di kategorikan perilaku menyimpang .  Perilaku menyimpang kenakalan remaja biasanya di dasari oleh masa transisi manusia dari anak-anak menuju remaja, masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan keinginan tahuan seseorang terhadap sesuatu. Bagi remaja yang mampu mengendalikan dirinya tentu dia akan mampu menghindari dari perilaku-perilaku menyimpang, namun bagi remaja yang tidak mampu mengendalikan dirinya maka remaja tersebut dapat terjerumus kepada perilaku menyimpang.
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
Didalam Al-Qur’an sangat jelas bahwa peran keluarga adalah melindungi segenap keluarganya, seorang kepala rumah tangga harus mampu memberikan perlindungan kepada keluarga baik perlindungan di dunia dan diakhirat kelak. Allah Berfirman:
(6:التحريم) نَارًاوَأَهْلِيكُمْأَنفُسَكُمْقُواآمَنُواالَّذِينَأَيُّهَايَا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka
”.
Ayat ini sangat jelas bahwa peran orang tua sangat diperlukan dalam membentuk perilaku remaja, dengan memelihara keluarga dari siksa api neraka mereka disitulah peranan yang harus dilakukan oleh orang tua.
  1. Teman sebaya yang kurang baik
Pada dasarnya berteman bisa bersama siapa saja, namun alangkah baiknya jika berteman kepada seseorang yang baik perilakunya. Hal ini dilakukan untuk menghindari perilaku yang kurang baik terhadap diri kita.


  1. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Dari sekian pengaruh yang dapat mempengaruhi perilaku remaja adalah lingkungan disekitar. Lingkungan member peranan yang cukup besar terhadap pola perilaku remaja. Lingkungan yang baik dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku yang baik terhadap remaja, sebaliknya, perilaku yang buruk dapat memberikan pengaruh yang cukup besar pula terhadap perilaku yang buruk terhadap remaja.
Masa remaja adalah masa ingin selalu mencoba-coba, bagi remaja yang mudah terpengaruh terhadap sesuatu dapat mengakibatkan kerusakan moral remaja. Salah satu kasus remaja yang sering dialami adalah penggunaan narkoba. Narkoba adalah zat adiktiv yang dapat merusak jaringan otak, bagi yang mengkonsumsinya dapat mengakibatkan ketagihan, dengan harga yang cukup mahal, bisnis ini lebih mudah merambah kepada remaja-remaja yang baru gede, tidak sedikit remaja-remaja mencuri uang dari orang tuanya bahkan mencuri dari tempat-tempat tertentu hanya untuk membeli barang yang terlarang ini. Narkoba tidak hanya dilarang oleh Undang-undang namun juga di larang oleh agama islam;
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157).
Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.
  • Seks bebas
Kemajuan teknologi mengakibatkan informasi melalui dunia internet yang tidak dapat dibendung. Internet yang mudah diakses melalui gadget jika tidak di control dapat menimbulkan efek negatif. Salah satunya adalah penyebaran video-video yang tidak lazim dilakukan sebelum menikah. Sebagai mana diatas bahwa masa remaja penuh rasa penasaran, maka dengan merebaknya video-video seperti ini dapat menimbulkan rasa keingin tahuan, hal inilah yang dapat menjerumuskan remaja kepada perilaku zina dan tentu ini sangat dimurkai oleh Allah.
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. QS. Al-Israa' (17) Ayat 32
  • Tawuran antara pelajar
Rasa ingin menunjukkan jati diri remaja terkadang diekspresikan kepada hal yang yang negatif. Salah satunya adalah tawuran antar pelajar. Tawuran antar pelajar sering dikalangan remaja terkadang hanya dipengaruhi factor sepele, namun demi menunjukkan siapa yang lebih kuat maka pada akhirnya tawuran pun terjadi. Hal yang sangat miris karena korban dari tawuran bukan hanya dari kalangan remaja itu sendiri, namun mengakibatkan korban dari kalangan masyarakat umum. Tentu perilaku ini tidaklah dibenarkan, namun ini fakta yang terjadi di kalangan remaja saat ini.
Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:
  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
Kesimpulan
Kenakalan remaja terjadi karena faktor yang mempengaruhi, baik itu factor internal, artinya faktor yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri maupun faktor eksternal, yaitu faktor dari keluarga, lingkungan maupun kerabat dekatnya. Peranan yang sangat penting dalam mencegah dan memperbaiki kenakalan remaja ini adalah terletak kepada keluarga itu sendiri, keluarga harus mampu memberikan peranannya sebagai mana mestinya, keluarga harus mampu mengontrol perilaku remaja, namun meski demikian kontrol orang tua tidak seharusnya dilakukan dengan terlalu berlebihan, hal ini dapat menjadikan tekanan batin kepada sang anak.
Beberapa jenis kenakalan remaja yang pada umumnya dilakukan adalah penggunaan narkoba, seks bebas, serta tawuran antar pelajar. Perilaku-perilaku inilah yang kerap kali dilakukan oleh para remaja. Adapun cara mengatasinya adalah sebagai mana yang sudah dipaparkan diatas.

1 komentar:

  1. Potensi Remaja ibarat mata pisau yang tajam. Jika potensi itu benar penggunaannya maka kebaikanlah kemudian yang akan didapat. Jika salah penggunaannya maka keburukanlah kelak yang akan didapat. Sebab itu maka penting menanamkan harapan yang benar bagi pemuda agar kelak kehidupan sukses yang mereka dapat.

    ReplyDelete

Copyright © 2013 Info Pendidikan All Right Reserved